HALUAN MADRASAH

Jadi Narasumber Workshop KBC MTsN 1 Sawahlunto, Kakankemenag Zulkifli Beberkan Kiat Mewujudkan Madrasah Bermutu

×

Jadi Narasumber Workshop KBC MTsN 1 Sawahlunto, Kakankemenag Zulkifli Beberkan Kiat Mewujudkan Madrasah Bermutu

Sebarkan artikel ini

Jadi Narasumber Workshop KBC MTsN 1 Sawahlunto : Kakankemenag  Zulkifli Beberkan Kiat Mewujudkan Madrasah Bermutu

SAWAHLUNTO. harianhaluan.id – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Sawahlunto menggelar Workshop Penguatan Pengelolaan Madrasah di Grand Malindo Hotel, Bukittinggi. 

Kepala MAN Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro yang ikut dalam kegiatan tersebut menyampaikan, Kamis (11/6/26) kegitan tersebut dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Sawahlunto Zulkifli, Selasa malam (9/6/26). 

Dalam paparannya, Zulkifli menegaskan bahwa kemajuan madrasah tidak dapat dilepaskan dari pengelolaan tiga pilar utama, yakni sumber daya manusia, sarana prasarana,dan pembiayaan yang dikelola secara profesional.

“Madrasah yang hebat lahir dari sumber daya manusia yang hebat. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua merupakan kekuatan utama yang menentukan arah kemajuan lembaga. Ketika seluruh unsur bergerak dalam visi yang sama, maka madrasah akan tumbuh menjadi pusat peradaban yang melahirkan generasi unggul,” tegas Zulkifli.

“Kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada pimpinan atas ilmu, motivasi, dan pencerahan yang luar biasa kepada seluruh peserta workshop. Materi yang disampaikan tidak hanya memperkaya wawasan pengelolaan madrasah, tetapi juga menyentuh hati dan membangkitkan semangat pengabdian kami sebagai insan pendidikan. Semoga arahan dan penguatan ini menjadi energi baru bagi MTsN 1 Kota Sawahlunto untuk terus melahirkan generasi unggul serta mewujudkan Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia,” tuturnya.

Kakankemenag menjelaskan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana harus memenuhi standar pelayanan pendidikan, termasuk rasio fasilitas sanitasi yang memadai bagi peserta didik. Selain itu, tata kelola keuangan madrasah harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel melalui pemanfaatan berbagai sumber pendanaan yang sah, seperti DIPA, BOS, Komite Madrasah, dan dukungan masyarakat yang tidak mengikat. 

Baca Juga  Rika Maria Sharing Strategi Implementasi KBC di Lokakarya MIN Lima Puluh Kota

“Setiap rupiah yang dikelola madrasah harus dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan pondasi kepercayaan publik terhadap madrasah,” ujarnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kankemenag Sawahlunto itu menekankan pentingnya sinergi antara top leader, middle leader, dan lower leader dalam mewujudkan tata kelola madrasah yang efektif. Wakil kepala madrasah bidang kurikulum, sarana prasarana, kesiswaan dan kehumasan diminta memahami secara mendalam tugas dan fungsi masing-masing.

Wakil kepala bidang kurikulum, misalnya, harus menguasai kalender pendidikan mulai dari bulan efektif, minggu efektif, hari efektif, hingga jam efektif pembelajaran. Sementara wakil kepala bidang sarana prasarana bertanggung jawab memastikan kelengkapan fasilitas belajar dan wakil kepala bidang kesiswaan melakukan analisis perkembangan peserta didik berdasarkan data dan capaian pembelajaran.

Dalam sesi yang berlangsung hangat dan penuh inspirasi tersebut dengan moderator Khrismanetti, SPd, Zulkifli juga memperkenalkan berbagai inovasi budaya madrasah seperti CERPAIS (Cerita Pendidikan Agama Islam), CERMAT (Cerita Madrasah Ta’miliyah), CERMAD (Cerita Madrasah) dan CERPEKAT, yang memuat penguatan karakter peserta didik melalui pembiasaan religius dan kepedulian lingkungan.

Program CERPEKAT antara lain meliputi pembiasaan menghentikan aktivitas saat azan berkumandang, kegiatan Jumat Bersih, mengawali pembelajaran dengan membaca Al Qur’an dan Asmaul Husna, serta menutup kegiatan dengan tilawah Al Qur’an.

Baca Juga  Lomba Robot PNP, MTsN 3 Padang Raih Juara 2

Selain itu, Kakankemenag menegaskan bahwa keberhasilan madrasah bertumpu pada empat kunci utama, yakni komunikasi, kolaborasi, koordinasi, serta keterbukaan dalam menerima kritik dan masukan.

Dikemukakannya ada tiga hal yang harus  dihindari dalam kehidupan dan pekerjaan : berhenti memandang teman secara negatif, jangan mudah memvonis orang lain dan jangan membangun prasangka yang melemahkan persatuan. Madrasah akan besar jika diisi oleh orang-orang yang saling menguatkan. 

Menjelang akhir sesi, Zulkifli mengajak seluruh peserta melakukan muhasabah diri tentang makna kehidupan, pengabdian, dan kedekatan manusia dengan ajal. 

Suasana ruangan berubah khidmat ketika para peserta diajak merenungkan pentingnya meninggalkan jejak kebaikan melalui pendidikan.

“Jabatan akan berakhir, usia akan berhenti pada waktunya. Namun ilmu yang diajarkan dengan ikhlas dan generasi yang berhasil dibentuk akan terus menjadi amal yang mengalir. Karena itu, jadikan setiap langkah di madrasah sebagai investasi akhirat,” ungkapnya dengan penuh haru.

Workshop diikuti Kepala Madrasah Yulhendri Candra, MA, Ketua Komite Marwan, Kaur Tata Usaha Zulkhaira Kamar, Bendahara, Era Santusi, para wakil kepala madrasah, serta seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTsN 1 Kota Sawahlunto.

Kegiatan workshop ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk memperkuat budaya mutu, meningkatkan pelayanan pendidikan, serta menjadikan MTsN 1 Kota Sawahlunto sebagai madrasah yang terus bergerak dari Kota Tambang menuju Kota Peradaban. (humas).