EkBis

IDEAP 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia Malaysia, Dorong Publikasi Ilmiah dan Inovasi Digital

×

IDEAP 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia Malaysia, Dorong Publikasi Ilmiah dan Inovasi Digital

Sebarkan artikel ini

PADANG, HALUAN – Penyelenggaraan International Digital Economy, Academic Publishing and Innovation (IDEAP) 2026 sukses terlaksana, Rabu (22/7). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi MSGA Sdn. Bhd., Universiti Malaysia Sabah (UMS) bersama Universitas Negeri Padang, Minang Maimbau Ajo, dan PT Pustaka Indonesia Service.

Konferensi internasional ini menjadi wadah penguatan kerja sama lintas negara dalam bidang ekonomi digital, publikasi ilmiah, serta pengembangan inovasi.

Ketua MSGA Sdn. Bhd., Hasrul Taufek bin Roslan atau yang dikenal sebagai Master Shiro, mengatakan ekonomi digital, publikasi akademik, dan inovasi kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan telah menjadi satu ekosistem yang menentukan bagaimana ilmu pengetahuan diciptakan, diterbitkan, dan dimanfaatkan bagi masyarakat global.

“Ekonomi digital bukan hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi bagaimana pengetahuan menjadi aset, inovasi menjadi peluang, dan kolaborasi menjadi penggerak pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Master Shiro menjelaskan, selama ini MSGA telah membimbing lebih dari 5.000 penulis dari 24 negara dalam pengembangan publikasi ilmiah digital. Melalui IDEAP 2026, pihaknya berharap lahir lebih banyak riset kolaboratif, publikasi bersama, serta jejaring akademik antara perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan negara-negara ASEAN.

Baca Juga  MSGA News & Magazine Bersama Asita Sumbar Sukses Helat Asean Muslim Business Award, 17 Tokoh Berpengaruh Diganjar Penghargaan

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP, Prof. Perengki Susanto, menilai konferensi tersebut menjadi peluang besar bagi dosen dan peneliti untuk meningkatkan kualitas publikasi internasional melalui kerja sama riset dengan Universiti Malaysia Sabah.

Ia berharap para peneliti di lingkungan FEB UNP dapat memanfaatkan momentum ini untuk menghasilkan publikasi bersama yang bereputasi internasional sekaligus memperluas kolaborasi akademik lintas negara.

Dukungan juga datang dari Timbalan Dekan Fakulti Perniagaan, Ekonomi dan Perakaunan Universiti Malaysia Sabah, Prof. Madya. Dr. Azizi bin Haji Abdul Adis yang berharap kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi sekaligus memperkuat hubungan akademik Indonesia dan Malaysia.

Rektor UNP, Prof. Ir. Krismadinata, S.T., M.T., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah wajah perekonomian dunia. Menurutnya, perkembangan ekonomi digital tidak hanya melahirkan berbagai peluang usaha baru, tetapi juga menciptakan profesi-profesi baru di bidang teknologi, keamanan siber, hingga logistik berbasis digital.

Ia menilai perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut melalui peningkatan kompetensi di bidang ekonomi digital, inovasi, serta publikasi ilmiah.

Baca Juga  Simposium MSGA 2026 Perkuat Jejaring Penulis Global, Buka Peluang Kolaborasi Internasional

“Kita harus mampu memahami cara kerja ekonomi digital dan menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan riset yang berkualitas sekaligus solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Krismadinata juga mengajak sivitas akademika untuk terus meningkatkan kemampuan menulis ilmiah, membangun inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi internasional agar mampu meningkatkan reputasi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan bahwa dalam waktu tujuh hari, platform digital hasil kolaborasi IDEAP 2026 akan tersedia pada lebih dari 5.000 platform yang dapat diakses oleh pengguna di 24 negara.

Selain menghadirkan akademisi dari Indonesia dan Malaysia, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada delegasi dan pemerhati, pengumuman pemenang lomba poster infografik berbasis kecerdasan buatan (AI), serta penyerahan Best Paper Award. Seluruh karya poster yang terpilih akan dibukukan dalam bentuk e-book yang dapat diakses di 24 negara. (h/yes)