PADANG, HARIANHALUAN.ID – Universitas Mercubaktijaya (UMCB) resmi menggulirkan Program Kampus Berdampak “Cahayo Surau Gadang” di Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Program yang berlangsung sepanjang 2026 ini menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis perguruan tinggi melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan, sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Sebagai implementasi awal, pada Rabu (8/7/2026), UMCB melaksanakan dua kegiatan perdana di RW XXII Kelurahan Surau Gadang, yakni skrining kesehatan melalui program Surau Gadang Fit serta deteksi dini risiko jatuh pada lansia dan skrining gangguan bicara anak dalam program Komunitas Inklusif Disabilitas dan Lansia Berdaya.
Rektor Universitas Mercubaktijaya, Ises Reni, S.Kp., M.Kep., mengatakan Program Cahayo Surau Gadang dirancang tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berharap Program Cahayo Surau Gadang dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis perguruan tinggi yang mampu memberikan dampak nyata. Tidak menutup kemungkinan program ini nantinya akan dikembangkan ke beberapa kelurahan lain di Kecamatan Nanggalo maupun wilayah lainnya di Kota Padang,” ujarnya.
Program Cahayo Surau Gadang merupakan program unggulan Universitas Mercubaktijaya yang diinisiasi Unit Pengembangan Pendidikan di bawah kepemimpinan Ns. Weny Amelia, M.Kep., Sp.Kep., MB sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui konsep Kampus Berdampak.
Program tersebut terdiri atas enam kegiatan utama, yaitu Surau Gadang Fit, Data Pintar Surau Gadang, Keluarga Cerdas 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Komunitas Inklusif Disabilitas dan Lansia Berdaya, Surau Gadang Green, serta Sekolah Berkarakter Anti Bullying.

Pelaksanaan program dilakukan secara berkelanjutan sejak penandatanganan Pakta Integritas pada 13 Januari 2026 hingga Desember 2026.
Sebelumnya, penyusunan program diawali melalui Focus Group Discussion (FGD) pada November 2025 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nasir, M.Pd., Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub, Camat Nanggalo, Lurah Surau Gadang, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Surau Gadang.
Forum tersebut memetakan berbagai persoalan masyarakat sebagai dasar penyusunan program yang tepat sasaran. Komitmen bersama kemudian diperkuat melalui penandatanganan Pakta Integritas antara Rektor Universitas Mercubaktijaya Ises Reni, S.Kp., M.Kep., dan Lurah Surau Gadang Andrika Sari, S.Sos., pada 13 Januari 2026 yang disaksikan Camat Nanggalo Amrizal Rengganis, S.Sos., serta Kepala LLDIKTI Wilayah X Dr. Afdalisma, S.H., M.Pd.
Berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat, UMCB menemukan sejumlah persoalan yang membutuhkan intervensi, di antaranya meningkatnya kasus obesitas ringan, rendahnya aktivitas fisik masyarakat, kasus gizi kurang pada ibu hamil dan balita, rendahnya literasi digital pelaku UMKM, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, serta kebutuhan layanan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas dan lansia.
Melalui enam program unggulan tersebut, UMCB menargetkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan literasi digital UMKM, perluasan layanan bagi kelompok rentan, hingga terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pada pelaksanaan perdana, program Surau Gadang Fit diikuti 35 warga dewasa. Kegiatan ini difokuskan pada deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dan obesitas melalui skrining kesehatan. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penyusunan intervensi kesehatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Program tersebut dikoordinatori Dr. Ns. Febriyanti, M.Kep., bersama tim yang terdiri atas Ns. Mira Andika, M.Kep., Ns. Lola Despita Sari, M.Kep., Ade Putra Nanda, S.Kom., M.Kom., dan Sri Suciana, S.ST., M.Keb., dengan dukungan mahasiswa Universitas Mercubaktijaya.
Sementara itu, program Komunitas Inklusif Disabilitas dan Lansia Berdaya melaksanakan deteksi dini risiko jatuh terhadap 30 lansia serta skrining gangguan bicara pada delapan anak usia dini. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengidentifikasi faktor risiko sejak dini sebagai dasar penyusunan program pendampingan dan intervensi berikutnya.
Kegiatan ini dikoordinatori Effran Zudeta, M.Pd., bersama Ilham Akerda Edyyul, M.Pd., A.Md.Kes., Ns. Dedi Adha, M.Kep., Okta Bima Hasanah, A.Md.Kes., S.Tr.Kes., dan Annisa, M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Universitas Mercubaktijaya.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh Tim “Cahayo Surga” yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Universitas Mercubaktijaya yang terjun langsung mendampingi masyarakat.
Melalui Program Cahayo Surau Gadang, Universitas Mercubaktijaya menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi mitra strategis masyarakat dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Sejalan dengan semangat “Shining and Inspiring”, UMCB berkomitmen menghadirkan inovasi dan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.












