SAWAHLUNTO, harianhaluan. id – Semangat baru mengiringi langkah keluarga besar MAN Kota Sawahlunto saat menggelar upacara bendera perdana pada awal tahun pelajaran 2026/2027.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro, mengajak seluruh warga madrasah menjadikan awal tahun ajaran sebagai titik tolak untuk menata hati, memperkuat karakter dan meneguhkan komitmen dalam membangun generasi yang berilmu, berimanndan berakhlak mulia.
Di hadapan seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik Dafril membuka amanatnya dengan menyampaikan rasa syukur, ucapan terima kasih, dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana, wali kelas, serta para pelatih yang telah mempersiapkan dan melaksanakan upacara perdana dengan penuh dedikasi, tanggung jawab dan semangat kebersamaan.
“Keberhasilan pelaksanaan upacara ini adalah hasil dari kerja sama yang baik. Terima kasih kepada seluruh pelaksana, wali kelas, dan pelatih yang telah menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Terima kasih pula kepada seluruh guru dan tenaga Kependidikan serta seluruh peserta upacara yang telah mengikuti kegiatan ini dengan tulus dan ikhlas,” kata Dafril
Menurut Dafril kehidupan manusia akan senantiasa berada di jalan yang benar apabila diterangi oleh lima cahaya yang menjadi pedoman dalam setiap langkah.
Cahaya pertama adalah Cahaya Iman. Dia menegaskan bahwa iman bukan sekadar keyakinan yang tersimpan di dalam hati, melainkan harus terwujud dalam perilaku sehari-hari. Setiap ucapan, keputusan, dan tindakan hendaknya selalu merujuk kepada petunjuk Al Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
Selanjutnya adalah Cahaya Ilmu yang membebaskan manusia dari kebodohan sekaligus menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Cahaya ketiga ialah Cahaya Ibadah, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT melalui ibadah yang dilakukan secara istiqamah dan penuh keikhlasan.
Berikutnya adalah Cahaya Doa, warga madrasah untuk tidak pernah lelah memohon pertolongan kepada Allah SWT. Ikhtiar yang sungguh-sungguh akan menjadi lebih sempurna apabila senantiasa disertai doa yang tulus.
Cahaya terakhir adalah Cahaya Santun kepada orang tua dan guru, keberkahan ilmu tidak akan lahir tanpa adab. Menghormati orang tua dan memuliakan guru merupakan kunci yang akan membuka pintu keberhasilan, kemuliaan dan keberkahan dalam kehidupan. (humas).Â






