PADANG, HALUAN – Bank Mandiri Area Padang telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp408,6 miliar kepada 2.630 pelaku UMKM hingga semester I atau Juni 2026.
Nilai tersebut setara 55,03 persen dari total realisasi penyaluran KUR sepanjang 2025 yang mencapai Rp742,5 miliar.
Area Head Bank Mandiri Area Padang, Feri Cahyono, mengatakan penyaluran KUR terus difokuskan untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai sektor produktif.
“Penyaluran KUR hingga Semester I 2026 berjalan dengan baik dan terus kami dorong agar semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh akses pembiayaan,” ujarnya kepada Haluan di Padang, Selasa (28/7).
Feri menjelaskan, sektor pertanian masih menjadi penerima KUR terbesar dengan porsi 73,1 persen dari total penyaluran.
Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan sebesar 15,8 persen, sedangkan sisanya disalurkan ke berbagai sektor usaha produktif lainnya.
Menurutnya, secara nasional Bank Mandiri tidak menetapkan alokasi maupun target penyaluran KUR untuk masing-masing wilayah.
Penyaluran dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat dan mengacu pada target Bank Mandiri secara nasional.
Untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha, Bank Mandiri menyediakan tiga skema KUR, yakni KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp10 juta, KUR Mikro hingga Rp100 juta, dan KUR Kecil dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.
Jangka waktu pembiayaan juga disesuaikan dengan kebutuhan usaha, yakni maksimal empat tahun untuk modal kerja dan hingga lima tahun untuk pembiayaan investasi.
Feri menjelaskan, persyaratan pengajuan KUR relatif mudah. Pelaku UMKM cukup memiliki usaha yang telah berjalan minimal enam bulan yang dibuktikan dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha.
Kemudian melengkapi dokumen identitas diri, pasangan dan pemilik agunan apabila diperlukan, serta menyediakan agunan untuk KUR Kecil dengan plafon di atas Rp100 juta.
Adapun suku bunga yang ditawarkan juga kompetitif, yakni 3 persen untuk KUR Super Mikro, serta 6 persen untuk KUR Mikro dan KUR Kecil.
Saat ini, layanan penyaluran KUR didukung oleh 39 kantor cabang Bank Mandiri di wilayah Area Padang sehingga memudahkan masyarakat memperoleh akses pembiayaan.
Dari sisi kualitas pembiayaan, Bank Mandiri Area Padang juga mencatat kinerja yang sehat.
Hingga Semester I 2026, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan atau NPL) KUR berada di level 0,92 persen, mencerminkan kualitas penyaluran yang tetap terjaga.
Feri mengatakan, hingga kini penyaluran KUR tidak menghadapi kendala berarti. Untuk terus meningkatkan penyaluran, Bank Mandiri menerapkan sejumlah strategi.
Antara lain memaksimalkan pembiayaan kepada nasabah turunan segmen Corporate, Commercial, dan SME, serta mengoptimalkan penyaluran kepada debitur berbasis leads Bank Mandiri.
Ia juga mengungkapkan salah satu kisah sukses debitur KUR berasal dari Alahan Panjang. Berawal dari pembiayaan KUR sebesar Rp100 juta untuk membangun penginapan, kini pelaku usaha tersebut berhasil mengembangkan bisnisnya hingga memiliki Hotel Kayu Putih dan dua unit vila.
Selain menyediakan pembiayaan, Bank Mandiri juga memberikan pendampingan kepada para debitur KUR melalui edukasi layanan keuangan digital Bank Mandiri, pemantauan dan monitoring usaha secara berkala.
Selain itu juga diberikan pembinaan bagi pelaku UMKM yang memproduksi kerajinan dan kain khas daerah agar dapat mengikuti pameran di tingkat regional maupun nasional.
Melalui berbagai upaya tersebut, Bank Mandiri berharap KUR tidak hanya menjadi sumber pembiayaan bagi UMKM, tetapi juga menjadi pendorong tumbuhnya usaha yang lebih produktif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. (h/ita)












