PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.ID — Setelah berdiri selama 23 tahun, Gedung Pasar Ibuh Blok Barat Kota Payakumbuh segera mendapat sentuhan baru. Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta berencana merevitalisasi bangunan tersebut agar tampil lebih modern, representatif, dan nyaman, tanpa menghilangkan fungsinya sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Rencana revitalisasi itu mulai dimatangkan melalui Rapat Ekspose Laporan Antara Pekerjaan Perencanaan Pasar Ibuh Blok Barat yang digelar di Kantor Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Jumat (24/7).
Rapat tersebut diikuti sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta organisasi perangkat daerah lainnya. Dalam kesempatan itu, konsultan perencana Yose Rizal dan Romy Yurizal memaparkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi Pasar Ibuh Blok Barat saat ini, sekaligus konsep penataan yang akan dilakukan ke depan.
Pemaparan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi bangunan, kebutuhan pedagang dan pengunjung, hingga berbagai fasilitas yang dinilai perlu ditambah maupun dibenahi. Seluruh aspek tersebut menjadi bahan pertimbangan sebelum tahapan pembangunan fisik revitalisasi dilaksanakan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, M. Faizal, mengatakan revitalisasi Pasar Ibuh Blok Barat merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menata dan menertibkan kawasan perdagangan.
Menurutnya, kondisi pasar saat ini masih menghadapi sejumlah persoalan, salah satunya terkait penempatan pedagang. Tidak seluruh pedagang dapat menempati lokasi berjualan sebagaimana mestinya, sehingga penataan kembali gedung pasar diharapkan dapat memberikan ruang usaha yang lebih layak dan kondusif.
“Revitalisasi ini menjadi bagian dari program pemerintah kota dalam penataan dan penertiban pasar. Selama ini masih banyak pedagang yang belum dapat menempati lokasi berjualan yang seharusnya. Dengan gedung yang lebih bagus dan tertata, kita berharap pedagang bisa mendapatkan tempat berjualan yang lebih kondusif,” ujar Faizal.
Selain penataan pedagang, persoalan parkir juga menjadi perhatian dalam rencana revitalisasi tersebut. Keberadaan lahan parkir yang memadai dinilai penting untuk memberikan kenyamanan sekaligus mengurai kepadatan kendaraan di sekitar kawasan pasar.
“Selain itu, parkir juga menjadi persoalan di pasar. Di gedung baru ini nanti kita siapkan lahan parkir yang luas di basement-nya,” katanya.
Dengan konsep tersebut, Pasar Ibuh Blok Barat nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga mampu menghadirkan wajah baru pasar tradisional yang lebih tertata, bersih, nyaman, dan modern.
Revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat. Pedagang memperoleh ruang usaha yang lebih layak, sementara masyarakat mendapatkan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman di pasar tradisional dengan fasilitas yang lebih baik. (*)












