EkBis

Jasa Raharja Sumbar Salurkan Santunan Rp36,6 Miliar hingga Juni 2026, Digitalisasi Layanan Menjadi Kunci

×

Jasa Raharja Sumbar Salurkan Santunan Rp36,6 Miliar hingga Juni 2026, Digitalisasi Layanan Menjadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat, Teguh Afrianto

PADANG, HARIAnHALUAN.id – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat telah menyalurkan santunan kecelakaan lalu lintas sebesar Rp36,6 miliar hingga semester 1 tahun 2026.

Nilai tersebut terdiri atas santunan kecelakaan lalu lintas Rp20,042 miliar dan santunan meninggal dunia sebesar Rp16,644 miliar atau mencapai 51,94 persen dari total anggaran tahun 2026.

Capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan kepada masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat, Teguh Afrianto mengatakan nilai santunan pada Semester I 2026 mengalami penurunan sebesar 0,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut menunjukkan hasil positif dari berbagai program preventif dan preemtif yang dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas maupun fatalitas korban.

“Kinerja tersebut merupakan bukti konsistensi Jasa Raharja dalam melaksanakan berbagai program preventif dan preemtif bersama para pemangku kepentingan untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas serta fatalitas korban,” ujar Teguh kepada Haluan di Padang, Rabu (29/7).

Selain fokus pada penyaluran santunan, Jasa Raharja juga terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan rata-rata waktu penyelesaian santunan bagi korban meninggal dunia dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari 11 jam sejak persyaratan dinyatakan lengkap.

Baca Juga  Tragedi di Jalur Bukittinggi–Padang, Jasa Raharja Bergerak Cepat Pastikan Hak Korban Terpenuhi

Di sisi lain, transformasi digital terus menjadi salah satu fokus utama Jasa Raharja Sumbar diantaranya menjalin kerja sama dengan 55 rumah sakit di seluruh Sumatera Barat yang telah terhubung dalam sistem pelayanan digital.

Melalui sistem tersebut, korban kecelakaan lalu lintas yang dijamin Jasa Raharja dapat langsung memperoleh penanganan medis tanpa harus mengeluarkan biaya terlebih dahulu sesuai ketentuan yang berlaku, karena proses penjaminan dilakukan secara elektronik antara Jasa Raharja dan rumah sakit.

Tidak hanya itu, Jasa Raharja juga telah mengintegrasikan sistem pelayanannya dengan Kepolisian Republik Indonesia melalui pemanfaatan Integrated Road Safety Management System (IRSMS).

Integrasi tersebut memungkinkan data laporan kecelakaan yang dibuat kepolisian diterima secara cepat dan akurat sehingga proses verifikasi jaminan dapat dilakukan lebih awal tanpa mengharuskan masyarakat menyampaikan dokumen secara berulang.

Berkat penguatan layanan digital tersebut, hingga Juni 2026 tingkat penerbitan Guarantee Letter (GL) atau surat jaminan secara digital telah mencapai 98,27 persen.

Capaian itu menunjukkan bahwa hampir seluruh korban kecelakaan yang memenuhi persyaratan dapat segera memperoleh kepastian jaminan pelayanan di rumah sakit.

Meski berbagai capaian berhasil diraih, Teguh mengakui upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas masih menghadapi tantangan karena sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga  Apresiasi Konsumen Setia, Honda Hayati Hadiahkan Tour ke Korea hingga Motor Listrik

Oleh karena itu, Jasa Raharja terus memperkuat sinergi melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) yang melibatkan Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Kemudian juga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah daerah, rumah sakit, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Jasa Raharja bersama pemerintah daerah dan seluruh anggota FLLAJ juga terus memperkuat langkah-langkah preventif melalui edukasi kepada pelajar, mahasiswa, komunitas, perusahaan, hingga masyarakat umum untuk meningkatkan kesadaran pentingnya tertib berlalu lintas.

Menurut Teguh, target terbesar Jasa Raharja bukan semata meningkatkan kecepatan pelayanan santunan, melainkan membangun ekosistem keselamatan lalu lintas yang lebih baik di Sumatera Barat.

Dikatakannya keberhasilan Jasa Raharja tidak hanya diukur dari cepatnya santunan diserahkan, tetapi juga dari semakin sedikitnya masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

“Oleh karena itu kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, rumah sakit, dan seluruh pemangku kepentingan agar budaya tertib berlalu lintas serta keselamatan jalan semakin meningkat di Sumatera Barat,” tutup Teguh. (h/ita)