PADANG, HARIANHALUAN.ID— Belum genap empat bulan memimpin Polda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy sudah harus melepas tongkat komando.
Baru sekitar tiga bulan sejak serah terima jabatan pada 4 Juli 2026, Irjen Djati kembali masuk gerbong mutasi Polri dan mendapat penugasan baru di Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dengan penugasan pada Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).
Posisi yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada Irjen Pol. Jawari, perwira tinggi Polri yang sebelumnya menjabat Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri).
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi ini menjadi bagian dari perombakan besar di tubuh Korps Bhayangkara yang mencakup 88 perwira tinggi dan perwira menengah, termasuk 19 jabatan Kapolda.
Masa jabatan Irjen Djati yang hanya sekitar tiga bulan terbilang singkat untuk ukuran kepemimpinan sebuah Polda. Sebelumnya, Irjen Djati menerima amanah sebagai Kapolda Sumbar setelah sebelumnya memimpin Polda Kalimantan Utara.
Ia menggantikan Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta dalam serah terima jabatan yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Rupatama Mabes Polri, 4 Juli 2026 lalu
Namun, perjalanan Djati di Ranah Minang ternyata tidak berlangsung lama. Melalui mutasi terbaru, ia kembali mendapat penugasan di lingkungan Polri, sementara kepemimpinan Polda Sumbar beralih kepada Jawari.
Gerbong Mutasi di Awal Kepemimpinan Kapolri Suyudi
Pergantian Kapolda Sumbar berlangsung di tengah rotasi besar yang dilakukan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. Selain Sumbar, sejumlah Polda di berbagai wilayah Indonesia juga mengalami pergantian pimpinan.
Mutasi tersebut mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Sulawesi. Sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri juga ikut mengalami perubahan.
Bagi Sumbar, pergantian ini berarti jajaran kepolisian kembali memasuki fase penyesuaian kepemimpinan setelah masa tugas Irjen Djati yang relatif singkat. Tongkat komando kini berada di tangan Jawari, yang memiliki pengalaman panjang di bidang sumber daya manusia serta pernah bertugas dalam sejumlah jabatan kewilayahan.
Irjen Jawari, Lulusan Akpol 1990
Irjen Pol Jawari bukan sosok baru dalam struktur organisasi Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 tersebut memiliki rekam jejak panjang, mulai dari penugasan di tingkat kewilayahan hingga jabatan strategis di Mabes Polri.
Dalam perjalanan kariernya, Irjen Jawari pernah menjabat Kapolres Sragen, kemudian Kabid Teknologi Informasi Polda Jawa Timur pada 2010. Kariernya berlanjut di bidang sumber daya manusia Polri, termasuk sebagai Kabagrenmin SSDM Polri.
Pada 2014, ia dipercaya menjadi Karo SDM Polda Kalimantan Timur. Setahun kemudian, Jawari kembali bertugas di lingkungan SSDM Polri sebagai Kabagdiapers Rodalpers. Pada 2016, ia ditunjuk menjadi Karo SDM Polda Bali, sebelum kembali mengisi sejumlah posisi strategis di bidang pembinaan personel.
Pada 2020, Irjen Jawari menjabat Karodalpers SSDM Polri. Dua tahun kemudian, ia mendapat penugasan sebagai Wakapolda Sumatera Utara. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Perjalanan kariernya berlanjut ke tingkat pusat. Pada akhir Agustus 2026, Jawari ditunjuk sebagai As SDM Kapolri menggantikan Irjen Pol. Anwar yang memasuki masa pensiun. Belum lama menduduki jabatan tersebut, ia kembali mendapat amanah baru sebagai Kapolda Sumbar.
Pengalaman Jawari di bidang SDM menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejaknya. Bidang tersebut berkaitan dengan pengelolaan personel, pembinaan karier, serta penataan sumber daya manusia di lingkungan kepolisian.
Kini, pengalaman itu akan dibawa ke Sumbar, dengan tanggung jawab yang lebih luas dalam memimpin organisasi kewilayahan. Polda Sumbar membawahi 19 polres yang tersebar di kabupaten dan kota di Ranah Minang. (*)












