PADANG, harianhaluan. id – Sekitar 20 Ibu-ibu Majelis Taklim Indonesia (MTI) Kelurahan Indarung mengikuti pelatihan literasi keuangan syariah digelar dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Padang (PNP) di Masjid Al Ittihaad, Indarung, Jumat (2/10/26).
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut mengangkat tema “Penguatan Literasi Keuangan Syariah untuk Mewujudkan Keluarga Sejahtera pada Anggota Majelis Taklim Indonesia (MTI) Kelurahan Indarung.”
Kegiatan dipimpin Fitra Oliyan, S.S., MSi sebagai ketua tim, bersama Eliyanora, SE, MAk, CA, Desi Handayani, SE, MAk, CA, Rasyidah Mustika, S.ST. MSi dan mahasiswa Fadhila Afnan Putri dari Program Studi D-III Akuntansi PNP.
Pelatihan tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya mengelola keuangan keluarga secara terencana sekaligus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Materi yang diberikan antara lain mengenal literasi keuangan, prinsip dasar keuangan Islami, pengelolaan keuangan keluarga, manajemen finansial keluarga, pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip syariah, menghindari riba, serta perencanaan keuangan keluarga.
Peserta juga diperkenalkan dengan praktik sederhana pengelolaan keuangan rumah tangga, seperti penyusunan anggaran, pencatatan arus kas, serta membandingkan rencana dan realisasi keuangan keluarga.
Ketua MTI Kelurahan Indarung, Zendrawati, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi anggota MTI, khususnya dalam mengelola keuangan keluarga.
Antusiasme juga terlihat dari peserta yang mengikuti kegiatan. Para ibu mengaku gembira memperoleh pengetahuan baru dan berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan.
Kegiatan ini dinilai relevan dengan kondisi anggota MTI Kelurahan Indarung yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan sebagian juga menjalankan usaha mikro skala rumah tangga.
Pengelolaan keuangan keluarga sebelumnya masih dilakukan secara sederhana, termasuk pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penyusunan anggaran berdasarkan prioritas, serta perencanaan dana darurat dan kebutuhan jangka panjang.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diberikan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk mempraktikkan pengelolaan keuangan rumah tangga. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, simulasi transaksi berdasarkan prinsip syariah, evaluasi, serta pemberian umpan balik kepada peserta.
Fitra Oliyan mengatakan, penguatan literasi keuangan syariah penting dilakukan karena pengelolaan keuangan keluarga tidak hanya berkaitan dengan bagaimana memperoleh dan menggunakan uang, tetapi juga bagaimana membuat keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami konsep literasi keuangan syariah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengelolaan keuangan keluarga sehari-hari,” ujar Fitra.
Dukung Pencapaian SDGs
Kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 tanpa kemiskinan, SDG 4 pendidikan berkualitas, SDG 5 kesetaraan gender, dan SDG 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Penguatan kemampuan mengelola keuangan keluarga dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi rumah tangga.
Hal tersebut sejalan dengan SDG 1 yang antara lain mendorong peningkatan akses terhadap sumber daya ekonomi dan layanan keuangan serta penguatan ketahanan kelompok rentan.
Dari sisi pendidikan, kegiatan ini mendukung SDG 4, khususnya target peningkatan keterampilan orang dewasa yang relevan dengan pekerjaan, pekerjaan layak, dan kewirausahaan.
Sementara itu, pelibatan Ibu-ibu MTI dalam peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan juga sejalan dengan semangat SDG 5 tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Penguatan kemampuan ekonomi keluarga dan keterampilan pengelolaan keuangan juga dapat mendukung SDG 8, yang mencakup pengembangan aktivitas produktif, kewirausahaan, kreativitas, inovasi, serta pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Bagi PNP, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi melalui penerapan keilmuan akuntansi secara langsung kepada masyarakat. Program juga dirancang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan evaluasi dan keberlanjutan kerja sama bersama MTI Kelurahan Indarung.
Ke depan, kegiatan diharapkan dapat membantu anggota MTI menjadi lebih mandiri dalam mengelola keuangan keluarga sekaligus menjadi penggerak literasi keuangan syariah di lingkungan sekitarnya. Tim pelaksana kegiatan sendiri menargetkan peningkatan kemampuan peserta dari sekadar mengetahui konsep menjadi mampu memahami, menerapkan, dan membagikan praktik pengelolaan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari. (*).






