SOLOK, Harian Haluan. id – Sebanyak 32 Pengurus Organisasi Siswa Intramadrasah (OSIM) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Dharmasraya mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), 11-13 September 2026 di Pondok Kebun Deyofa, Alahan Panjang, Kabupaten Solok.
Kegiatan itu didampingi 4 Pengurus Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dan 2 Pembina OSIM. LDK tahun ini mengusung rangkaian materi untuk membentuk karakter pemimpin yang disiplin, bermental sehat, dan mampu mengelola organisasi dengan baik.
Materi LDK adalah motivasi LDKS, sukses studi vs sukses organisasi, dan kepemimpinan, manajemen organisasi, sharing session, mental health, dan penyusunan proker. Sementara, untuk hari terakhir, dijadwalkan kegiatan outbound yang dipandu Tim QTC Sumbar di area Camping Ground.
Salah satu pemateri, Diki Asnur dalam pemaparan materi terkait motivasi LDKS, menegaskan bahwa menjadi pengurus OSIM bukan hanya soal jabatan, tetapi soal tanggung jawab dan keteladanan.

“LDKS ini bukan sekadar pelantikan. Ini adalah titik awal kalian ditempa. Seorang pemimpin OSIM harus jadi orang pertama yang datang paling awal dan pulang paling akhir. Kalau kalian ingin dihargai, maka tunjukkan dulu disiplin dan kerja nyata,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara akademik dan organisasi.
“Sukses organisasi tanpa sukses studi itu semu. Kalian harus buktikan ke madrasah bahwa anak OSIM justru yang paling rajin dan berprestasi. Jangan jadikan OSIM sebagai alasan nilai turun,” lanjutnya.
Selain itu, Diki menekankan 3 kunci utama bagi pengurus baru, yaitu integritas, komunikasi dan mental sehat.
“Jaga lisan, jaga sikap, dan jaga kesehatan mental kalian. Pemimpin yang bagus itu yang bisa mendengar, bukan hanya memerintah,” katanya.
Pembina OSIM MAN Dharmasraya, Linda Nopriarni dan Erna Wilis menyampaikan LDK bertujuan mencetak kader OSIM dan MPK yang siap menjadi teladan.
“Kami ingin pengurus OSIM tidak hanya aktif di kegiatan madrasah, tapi juga punya kapasitas memimpin, punya kesehatan mental yang baik, dan bisa membuat program kerja yang berdampak untuk teman-temannya. Lebih jauh lagi, Ananda tentunya nanti punya bekal untuk memimpin organisasi atau perkumpulan di tengah masyarakat dan atau saat memasuki dunia kerja, Ananda memiliki pengalaman bagaimana memimpin dan mengatur organisasi,” ujar Linda.
Sebagai tambahan, Erna Wilis juga menyampaikan harapannya kepada pengurus OSIM yang baru.
“Dengan pembekalan ini, diharapkan 32 pengurus OSIM dapat menjalankan roda organisasi dengan lebih profesional dan membawa MAN Dharmasraya menjadi madrasah yang lebih maju dan berkarakter. Untuk mendukung hal tersebut sinergi antara OSIM dan MPK penting juga. MPK perlu mengawasi kinerja OSIM dan menampung aspirasi teman-temannya dari berbagai kelas, tutur Erna. (humas).






