SOLOK, HARIANHALUAN.ID — Bencana meninggalkan lebih dari sekadar kerusakan. Di balik rumah dan lingkungan yang terdampak, ada warga yang harus kembali bangkit dan anak-anak yang membutuhkan ruang untuk mengusir rasa takut.
Kondisi itu yang disentuh Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat melalui bakti sosial di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 36 personel diterjunkan. Tak hanya membawa sembako, tim Poltekpel Sumbar juga membuka pemeriksaan kesehatan gratis yang menjangkau 175 kepala keluarga sekaligus menggelar trauma healing untuk anak-anak terdampak bencana.
Yang menarik, perhatian tidak berhenti pada bantuan kebutuhan pokok. Sebanyak 51 anak balita dan 65 anak SD diajak bermain melalui kegiatan edukatif untuk membangun kembali keceriaan mereka. Sementara 29 anak SMP dan 26 anak SMA menerima tas serta perlengkapan sekolah.
Kepala Bagian Keuangan, Umum dan Kerja Sama Poltekpel Sumbar, Dr. Capt. I Kadek Laju, mengatakan kehadiran pihaknya bukan semata untuk menyerahkan bantuan materi, tetapi memastikan masyarakat terdampak merasa ditemani dalam proses pemulihan.
“Kami hadir di Nagari Selayo tidak hanya untuk menyalurkan bantuan fisik atau materi yang sifatnya sementara, tetapi membawa perhatian, kasih sayang, dan semangat kebersamaan,” ujarnya Sabtu (12/9/2026).
Ia menegaskan, anak-anak menjadi salah satu perhatian utama karena mereka merupakan generasi yang harus kembali mendapatkan rasa aman dan semangat untuk melanjutkan pendidikan.
Kehadiran Poltekpel Sumbar mendapat apresiasi dari pengamat kebijakan publik dan akademisi Komunikasi FISIP Unand, Dr. M.A. Dalmenda, M.Si. Dt. Pamuntjak Alam, yang juga merupakan anak nagari Selayo.
Menurut Dalmenda, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa respons terhadap bencana tidak cukup hanya dengan bantuan logistik.
“Mereka tidak hanya datang membawa bantuan logistik yang bersifat jangka pendek, tetapi juga menyentuh aspek krusial yang sering terlupakan, yaitu pemulihan psikologis anak-anak melalui trauma healing serta keberlanjutan pendidikan mereka,” katanya.












