HARIANHALUAN.ID – Sebanyak 91 pekebun sawit swadaya dari Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi berkumpul di Grand Elite Hotel Pekanbaru sejak 11-16 Agustus 2026. Mereka mengikuti Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), program pengembangan SDM dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerjasama dengan Ditjenbun yang dilaksanakan oleh LPP Agro Nusantara.
Pembukaan terasa hangat dengan Tarian Persembahan Tepak Sirih dari Sanggar Serimelayu. Sambutan disampaikan Supriadi, S.Hut., M.T selaku Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Dukungan program ini juga datang dari jajaran pimpinan LPP Agro Nusantara, termasuk Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi Raharjo.
“Ini bukan pelatihan biasa. Kami ingin pekebun pulang bawa ilmu yang langsung bisa dipakai di kebun,” ujar salah satu fasilitator LPP Agro Nusantara.
Selama 6 hari peserta tidak hanya di kelas. Puncaknya pada 15 Agustus 2026, rombongan bertolak untuk field trip ke Gabungan Kelompok Tani Manunggal Sakti Riau di Jl. KH. Ahmad Dahlan RT 003 RW 002 Kampung Sialang Sakti, Kec. Dayun, Kab. Siak. Di sana mereka belajar pencatatan kebun, pemupukan berimbang, sampai pengelolaan lingkungan sesuai standar ISPO.
Mengapa penting? Karena pekebun swadaya mengelola 40% lahan sawit di 26 provinsi, tapi kontribusinya ke produksi CPO baru 30-35%. Kesenjangan ini yang coba dikejar BPDP bersama Ditjenbun Kementan melalui pelatihan rutin.
Pesertanya pun beragam: pekebun, pengurus KUD, pendamping, hingga keluarga. Tujuannya satu, menyamaratakan pemahaman praktik budidaya yang baik.
“Harapannya ilmu ini nyebar. Dari 91 orang ini bisa menular ke ratusan pekebun lain di kampung,” kata Romdani peserta asal Kuansing. (h/yes)






