EkBis

Kabut Asap Ancam Kesehatan Masyarakat, TelkomGroup Salurkan Bantuan Medis untuk Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan

×

Kabut Asap Ancam Kesehatan Masyarakat, TelkomGroup Salurkan Bantuan Medis untuk Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan

Sebarkan artikel ini

KALIMANTAN, HARIANHALUAN.ID — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan. Di tengah kondisi udara yang memburuk, masyarakat tidak hanya menghadapi dampak lingkungan, tetapi juga risiko kesehatan akibat paparan partikel dan polutan berbahaya yang terkandung dalam asap kebakaran.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi periode puncak musim kemarau berlangsung pada Juli hingga September 2026, yang turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk kualitas udara dan meningkatkan paparan polutan seperti partikulat halus (PM2.5), karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa berbahaya lainnya yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

Di tengah kondisi tersebut, TelkomGroup bergerak melalui program TelkomGroup Peduli Bencana Karhutla 2026 dengan menyalurkan bantuan logistik medis bagi masyarakat dan petugas di wilayah terdampak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup untuk mendukung perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan komunitas dalam menghadapi dampak kabut asap.

Hadir di Tiga Wilayah Terdampak

Baca Juga  Meriahkan Sumpah Pemuda, Koperasi Bank Nagari Beri Diskon hingga 5 Persen di Waserda

Bantuan logistik medis disalurkan pada 11 September 2026 ke berbagai posko penanganan bencana dan kelompok masyarakat terdampak di tiga wilayah utama, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Secara keseluruhan, TelkomGroup menyalurkan 740 kotak masker medis dan 270 kotak vitamin. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung perlindungan dasar masyarakat dari paparan kabut asap sekaligus membantu menjaga kondisi tubuh selama aktivitas di tengah situasi karhutla.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TelkomGroup untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi kondisi darurat. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar di lapangan, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas dengan perlindungan yang lebih memadai selama kualitas udara terdampak kabut asap.

Bersama Jadi Bisa, Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan

“Sebagai perusahaan digital, Telkom memahami bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak karhutla merupakan hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Melalui penyaluran masker dan vitamin ini, Telkom berkomitmen untuk memberikan dukungan perlindungan dasar bagi warga serta petugas yang berada di lapangan. Semangat Bersama Jadi Bisa menjadi landasan bagi Telkom untuk bergerak dan hadir mendampingi masyarakat dalam menghadapi situasi ini,” ujar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.

Baca Juga  172 Kg Ganja Dimusnahkan , Polda Sumbar Tegaskan Perang Total terhadap Narkoba di Ranah Minang

Bagi TelkomGroup, penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan respons pada saat kondisi darurat, tetapi juga bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai risiko lingkungan. Karena itu, dukungan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dan memperoleh perlindungan selama masa pemulihan.

Program TelkomGroup Peduli Bencana Karhutla 2026 sekaligus menjadi bagian dari implementasi TJSL TelkomGroup dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Melalui semangat Bersama Jadi Bisa, TelkomGroup terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus mendorong terciptanya komunitas yang semakin tangguh, sehat, dan siap menghadapi tantangan lingkungan di masa mendatang. (h/dj)