DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) didampingi DLH Kabupaten Dharmasraya, akan melakukan verifikasi bersama dan melakukan pengecekan terhadap dugaan kebocoran limbah PT DSL yang berakibat tercemarnya Sungai Batang Siat di Koto Salak, pada beberapa waktu lalu.
“Besok tim DLH Kabupaten dan provinsi melakukan pengecekan dan verifikasi ke lapangan bersama,” ucap Plt Kepala DLH Kabupaten Dharmasraya, Novandri Ismi kepada harianhaluan.id, Sabtu (29/8/2026) lewat pesan WhatsApp.
Namun salah seorang warga masyarakat sekitar Sungai Batang Siat menanggapi hal itu dengan nada miring. Pasalnya, kejadian sudah beberapa hari, namun DLH baru akan turun.
Ia juga menyesalkan pihak pemerintah yang seharusnya memihak kepada masyarakat dengan adanya kasus tersebut, karena kejadian serupa semenjak pabrik kelapa sawit berdiri sudah berulang kali.
Namun sampai saat ini, masyarakat tidak mendapatkan penjelasan atau kesimpulan yang resmi dari Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. “Kami tidak tau dengan birokrasi, yang jelas kami mendapatkan informasi secara resmi dari pemerintah, apa penyebab air menghitam dan apa akibatnya apabila dikonsumsi,” katanya.
“Jangankan kejadian yang beberapa bulan lalu, kejadian yang beberapa hari sebelum kejadian terakhir ini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah,” ucapnya kesal.
Ia menegaskan, jangan disalahkan masyarakat curiga kepada pemerintah terhadap pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik perusahaan. (*)










