Dua murid MAN 2 Kota Padang berhasil menorehkan prestasi dalam Lomba Storytelling dan Baca Puisi Perjuangan tingkat SLTA se-Sumbar digelar oleh Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD BPK 45) Sumbar.
Dalam ajang tersebut, Atika Azra Wijaya, murid kelas X.E.1, berhasil meraih Juara I kategori storytelling. Sementara, Rehan Pratama, murid kelas X.E.12, meraih Juara Harapan II kategori baca puisi.
Penghargaan kepada para pemenang diserahkan Ketua Harian DHD BPK 45 Sumbar, Dr. Ardizal Rahman, dalam acara puncak yang berlangsung di Gedung Juang 45 Padang, Minggu (9/8/26).
Lomba yang mengangkat semangat perjuangan tersebut dilaksanakan melalui pengiriman video storytelling dan baca puisi. Proses pengiriman video berlangsung 21 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Selanjutnya, 10 peserta terbaik dari masing-masing kategori diundang untuk mengikuti puncak kegiatan di Museum Gedung Joang 45 Sumbar 9 Agustus 2026.
Prestasi yang diraih Atika dan Rehan mendapat apresiasi dari Kepala MAN 2 Kota Padang, Ahmad Asri. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras siswa serta dukungan para pembina selama proses persiapan lomba.
“Prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras peserta serta dukungan para pembina selama proses persiapan lomba. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di berbagai ajang kompetisi,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi siswa MAN 2 Kota Padang untuk terus mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki.
“Karena itu, prestasi yang diraih perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan,” lanjutnya.
Sementara itu, pembina kegiatan, Syahrul, menjelaskan bahwa keberhasilan murid tersebut tidak diraih secara instan. Para peserta harus melalui serangkaian proses persiapan, mulai dari menentukan dan mempersiapkan materi, melakukan latihan secara intensif, pengambilan gambar, hingga menyunting video yang akan dilombakan.
Menurut Syahrul, produksi video storytelling yang dibawakan Atika dengan mengangkat sosok pahlawan nasional asal Minangkabau, Bagindo Aziz Chan, memiliki tantangan tersendiri.
“Produksi video storytelling yang mengangkat tokoh pahlawan nasional Bagindo Aziz Chan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari pemilihan lokasi dan sudut pengambilan gambar hingga kondisi cuaca yang kerap mengganggu proses produksi,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai kendala selama proses produksi, Atika dan Rehan mampu menyelesaikan karya mereka dengan baik. Hasilnya, kerja keras tersebut berbuah prestasi dengan diraihnya Juara I storytelling dan Harapan II baca puisi pada tingkat SLTA se-Sumbar. (humas).






