HEADLINE

Agusral Hilang Diterjang Galodo, Keluarga tak Henti Berharap Ia Kembali Pulang

×

Agusral Hilang Diterjang Galodo, Keluarga tak Henti Berharap Ia Kembali Pulang

Sebarkan artikel ini
Agusral, hilang diterjang galodo di Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026).

SOLOK, HARIANHALUAN.ID — “Kami tak minta apa-apa… kami hanya ingin menemukan ayah kami.”

Kalimat itu terucap dari Aza, 26 tahun, dengan suara penuh harap setelah ayahnya, Agusral, 59 tahun, hilang diterjang galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026).

Sejak malam itu, hidup Aza seakan hanya memiliki satu tujuan menemukan ayahnya. Begitu mendapat kabar Agusral hilang, Aza yang bekerja di Singkarak langsung pulang mencari.

Bukan hanya menyusuri aliran sungai yang diterjang banjir bandang, Aza juga mendatangi pondok tempat ayahnya biasa berladang. Barangkali ayahnya sempat menyelamatkan diri ke sana.

Barangkali Agusral masih berada di pondok itu. Atau ada tanda-tanda yang bisa membawa Aza kepada ayahnya.
Namun, pencarian di pondok itu belum membuahkan hasil. Aza kemudian kembali menyusuri kawasan yang dilalui galodo bersama keluarga dan sejumlah kawan. Ia mencari dari satu titik ke titik lainnya.

Menyusuri aliran sungai. Memeriksa lumpur dan tumpukan material yang dibawa arus. Setiap tempat diperiksa dengan harapan menemukan jejak sang ayah.

Detik-detik terakhir Agusral diketahui dari cerita seorang temannya yang berada di lokasi saat galodo datang.

Ketika melihat air bah menerjang, temannya sempat berteriak memperingatkan Agusral. “Lari Da, aia gadang!”

Baca Juga  Semester I Tahun 2023, Angka Perceraian di Kota Padang Capai 878 Kasus

Temannya kemudian berusaha menyelamatkan diri. Namun, sebelum menjauh, ia sempat menoleh ke belakang.
Agusral masih terlihat. Ia membawa sebuah senter. Beberapa saat kemudian, tubuh Agusral tak lagi terlihat.
Yang tersisa hanya cahaya senter yang terlihat terseret derasnya arus.

Sejak saat itu, Agusral tak kunjung ditemukan. Pencarian pun terus dilakukan. Malam berganti pagi. Pagi berganti siang. Hingga malam kembali datang, Aza dan keluarga masih menyimpan harapan yang sama.

Ayah mereka ditemukan. Namun, pencarian itu juga diwarnai kabar duka. Pada Selasa, 22 September 2026, tim gabungan menemukan satu korban di aliran sungai kawasan Batu Asahan, Nagari Jawi-Jawi Guguk, Kecamatan Gunung Talang.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kemudian diketahui bernama Dafi Arahman, 21 tahun.
Satu korban telah ditemukan. Tetapi pencarian korban lain belum berakhir. Tim gabungan terus menyisir kawasan terdampak, termasuk aliran sungai dan material yang terbawa galodo.

Ratusan personel dari berbagai unsur dikerahkan dalam operasi pencarian dan penanganan bencana.

Bagi Aza, pencarian ini bukan sekadar operasi SAR. Ini adalah pencarian seorang anak terhadap ayahnya.

Ia tahu kemampuan warga tentu terbatas. Karena itu, ia berharap tim SAR gabungan dan seluruh pihak terkait dapat membantu memperluas dan memaksimalkan pencarian Agusral.

Baca Juga  Warga Dharmasraya Minta Langkah Nyata dan Tindakan Pemerintah untuk Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg

Sebab keluarga hanya memiliki tenaga dan harapan. Sementara medan yang harus mereka hadapi penuh lumpur, batu, kayu dan arus yang masih berbahaya.

Meski begitu, Aza belum mau menyerah. Ia masih percaya ayahnya bisa ditemukan. Ia masih menyusuri tempat-tempat yang mungkin menjadi jejak terakhir Agusral.

Bahkan pondok tempat ayahnya biasa berladang pun sudah ia datangi.

Namun, yang dicari belum juga ditemukan. Kini yang tersisa adalah doa dan harapan.

“Kami mohon kepada semua pihak bantu mencari ayah saya. Kami tak minta apa-apa. Kami hanya ingin menemukan ayah kami.”
Kalimat itu sederhana.

Namun bagi Aza, kalimat itu adalah seluruh harapan yang masih ia punya. Selama Agusral belum ditemukan, ia akan terus mencari. Karena seorang anak mungkin bisa lelah berjalan. Bisa kehabisan tenaga.

Tetapi untuk menemukan ayahnya, Aza belum ingin berhenti. Ia hanya ingin satu kepastian. Di mana ayahnya berada. Dan jika Tuhan mengizinkan, ia ingin menjadi orang yang pertama kembali memeluk Agusral dan membawanya pulang. (*)