LIMA PULUH KOTA, harianhaluan. id – Prestasi kembali dipersembahkan peserta didik MAN Lima Puluh Kota. Berdasarkan pengumuman Panitia Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia, Kamis, 9 Juli 2026, dua murid MAN Lima Puluh Kota berhasil meraih prestasi terbaik pada ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat kabupaten.
Dua murid tersebut Keisha Raffifah meraih Juara dan Nazihah Muthiah meraih Juara II dan melakukan ke tingkat propinsi.
Keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, semangat belajar yang tinggi, serta latihan yang dilakukan secara kontinu dan penuh kesungguhan. Di balik keberhasilan itu, terdapat peran guru pembimbing Bahasa Arab, Amelia Adrianti, SPd.I dan Idrus, SS, MPd.I yang membimbing kedua murid itu
Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, SAg, MM.Pd, Kamis (9/7/26) menyampaikan rasa syukur, bangga dan apresiasi atas capaian yang diraih kedua murid tersebut.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses kepada Keisha Raffifah yang berhasil meraih Juara I dan Nazihah Muthiah yang meraih Juara II pada Olimpiade Bahasa Arab tingkat Kabupaten Lima Puluh Kota. Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi madrasah. Semoga pada kompetisi tingkat provinsi nanti keduanya kembali mampu memberikan hasil terbaik hingga berhasil melaju ke tingkat nasional,” katanya.
Nur Ali juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada guru pembimbing Bahasa Arab yang telah memberikan pembinaan secara konsisten sehingga peserta didik mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya pada ajang bergengsi tersebut.
“Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari kerja keras para pembimbing, yaitu Ibu Amelia Adrianti, dan Bapak Idrus yang telah membina murid dengan penuh kesabaran dan dedikasi. Semoga segala ikhtiar yang dilakukan menjadi amal ibadah dan terus melahirkan generasi-generasi berprestasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, kepala madrasah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan prestasi peserta didik, mulai dari orang tua, wakil kepala madrasah, majelis guru, tenaga administrasi (JFU), hingga seluruh keluarga besar MAN Lima Puluh Kota.
Menurutnya, prestasi tidak lahir dari usaha satu orang, tetapi merupakan hasil kolaborasi, sinergi, dan komitmen seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, membina karakter, serta mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal. (humas).






