PESISIR SELATAN

Gapura dan Musala Mini Segera Dibangun di Kawasan Konservasi Penyu Amping Parak

×

Gapura dan Musala Mini Segera Dibangun di Kawasan Konservasi Penyu Amping Parak

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata berbasis konservasi. Pada tahun 2026 ini, pembangunan gapura pintu masuk kawasan dan musala mini di kawasan Konservasi Penyu Amping Parak, Kecamatan Sutera, dipastikan segera direalisasikan.

Kepastian tersebut mengemuka saat Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Selatan, Ronald Bernando, didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Suhandri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wendi, Camat Sutera Iwal, S.Pt, serta jajaran terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Senin (1/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah titik yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan dan perbaikan sarana pendukung wisata konservasi. Kehadiran fasilitas baru itu diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke kawasan konservasi penyu yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata edukasi lingkungan di Kecamatan Sutera.

Baca Juga  Usung Semangat Perubahan, Dodi Saputra Nyatakan Siap Bertarung di Pilwana Taratak 2025

Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Selatan Ronald Bernando mengatakan, pembangunan infrastruktur pendukung tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat daya tarik destinasi sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan wisatawan.

“Kita ingin setiap pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pengunjung. Oleh karena itu, perencanaan harus matang dan pelaksanaan di lapangan harus sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Menurut Ronald, koordinasi dengan perangkat teknis akan terus dilakukan guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan secara berkala selama proses pembangunan berlangsung agar pekerjaan selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi pengembangan kawasan wisata.

Sementara itu, Ketua sekaligus Pendiri Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL) dan Laskar Turtle Camp (LTC) Amping Parak, Haridman, menyambut baik perhatian yang diberikan pemerintah daerah terhadap kawasan konservasi penyu yang selama ini dikelola bersama masyarakat dan para relawan lingkungan.

Baca Juga  Ribuan Warga Terdampak Banjir, Polsek IV Jurai Lakukan Pengamanan dan Evakuasi

Menurutnya, keberadaan gapura akan menjadi identitas dan penanda kawasan konservasi, sementara musala mini merupakan fasilitas yang sudah lama diharapkan oleh para pengunjung.

“Selama ini banyak wisatawan yang datang untuk melihat aktivitas konservasi penyu, pelepasan tukik, hingga edukasi lingkungan. Kehadiran musala mini tentu akan memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung, sedangkan gapura akan memperkuat citra kawasan konservasi sebagai destinasi wisata edukasi yang representatif,” kata Haridman.

Ia berharap pembangunan tersebut menjadi langkah awal bagi peningkatan fasilitas lainnya sehingga kawasan konservasi penyu Amping Parak semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.