POLITEKNIK NEGERI PADANG

Dosen PNP Kenalkan Green Accounting kepada Pengelola Bengkel di Bukitinggi

×

Dosen PNP Kenalkan Green Accounting kepada Pengelola Bengkel di Bukitinggi

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, harianhaluan. id – Dosen Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui pengenalan konsep Green Accounting kepada pimpinan dan pegawai CV. Perbengkelan Daihatsu-Isuzu TASS, Bukittinggi.

Kegiatan yang dilaksanakan 19 September 2026 itu bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai pentingnya mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam aktivitas operasional dan pengelolaan usaha. Melalui konsep Green Accounting, penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah, serta biaya yang berkaitan dengan lingkungan dapat dikenali sebagai bagian dari informasi pendukung pengambilan keputusan manajerial.

Tim PKM terdiri atas Endrawati sebagai ketua, bersama anggota Fitra Oliyan, Yossi Septriani, dan Dedy Djefris dari Politeknik Negeri Padang. Kegiatan juga melibatkan Anan Weirdie Wirawan dari Jurusan Akuntansi, Universitas Andalas (Unand).

Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan konsep Green Accounting dan Environmental Management Accounting (EMA), serta mengaitkannya dengan aktivitas operasional bengkel, seperti penggunaan listrik dan air, pemakaian oli, bahan pembersih, suku cadang, serta pengelolaan limbah berupa oli bekas, filter, ban, kemasan, dan komponen kendaraan yang sudah tidak digunakan.

Baca Juga  Implementasi Budaya K3, Sepakat Safety Kerja Sama dengan PNP

Pimpinan dan pegawai CV. Perbengkelan Daihatsu-Isuzu TASS menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, serta menyampaikan berbagai pengalaman dan kondisi yang dihadapi dalam aktivitas operasional bengkel, khususnya terkait penggunaan bahan, efisiensi sumber daya, dan pengelolaan sisa material.

Ketua tim PKM, Endrawati, Selasa (22/9/26) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran dan pemahaman mitra mengenai keterkaitan antara aktivitas usaha, lingkungan, dan informasi biaya.

“Pengenalan ini merupakan tahap awal. Kegiatan belum diarahkan pada penerapan sistem Green Accounting secara menyeluruh, tetapi difokuskan pada pembangunan pemahaman pengelola mengenai hubungan antara aktivitas bengkel, penggunaan sumber daya, lingkungan, dan biaya,” jelasnya.

Kegiatan juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui dorongan terhadap efisiensi dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan; SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pengenalan pengelolaan sumber daya dan limbah secara lebih bertanggung jawab; serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, melalui peningkatan kesadaran terhadap efisiensi penggunaan energi dan pengurangan dampak lingkungan dari kegiatan operasional.

Baca Juga  Tim PKM PNP Dorong Penguatan Tata Kelola Keuangan dan Aset Nagari Bukik Batabuah Pascabencana

Tim PKM berharap kegiatan pengenalan ini dapat menjadi dasar bagi pendampingan lanjutan, seperti identifikasi sumber daya, pemetaan biaya lingkungan, pencatatan penggunaan material, dan pengembangan informasi yang dapat mendukung efisiensi serta keberlanjutan operasional bengkel.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam membangun kolaborasi lintas perguruan tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pemahaman, efisiensi, serta keberlanjutan pengelolaan usaha mitra. (*).