Sebelum Jembatan Bailey selesai dibangun, masyarakat bahkan sempat menggunakan jembatan darurat dari batang pohon kelapa untuk menyeberangi sungai.
Keberadaan Jembatan Bailey kini menjadi penanda dimulainya kembali denyut ekonomi kawasan Lintau Buo. Kendaraan logistik kembali melintas, hasil bumi kembali dipasarkan, dan konektivitas antarwilayah kembali pulih.
Pembangunan Jembatan Bailey Titian Putiah menjadi salah satu contoh bagaimana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengoptimalkan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebagai instrumen percepatan pemulihan pascabencana.
Melalui pembangunan infrastruktur yang cepat, pemerintah tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga membangkitkan kembali roda perekonomian masyarakat yang terdampak, sekaligus memperkuat ketahanan daerah menghadapi bencana pada masa yang akan datang. (*)












