PESISIR SELATAN

Jembatan Masih Dibangun, Wabup Risnaldi Luruskan Isu Siswa “Bertaruh Nyawa” di Lumpo

×

Jembatan Masih Dibangun, Wabup Risnaldi Luruskan Isu Siswa “Bertaruh Nyawa” di Lumpo

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID- Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, meluruskan isu yang berkembang di media massa dan media sosial terkait narasi puluhan siswa di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, yang disebut harus “bertaruh nyawa” menyeberangi Sungai Batang Lumpo untuk berangkat ke sekolah.

Menurut Risnaldi, pemberitaan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia menegaskan bahwa situasi yang dialami masyarakat tidak seburuk yang dinarasikan.

“Lori itu tidak dipakai setiap hari dan tidak seperti yang dinarasikan. Itu hanya sementara selama pembangunan berlangsung, dan aman digunakan,” ujarnya pada wartawan, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan lori yang disediakan oleh kontraktor pembangunan jembatan hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, terutama saat debit air sungai meningkat. Sementara dalam kondisi normal, masyarakat tetap bisa menyeberang seperti biasa tanpa menggunakan sarana tersebut.

Baca Juga  Polres Pessel Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, 75 Kotak Takjil Dibagikan ke Pengguna Jalan

Risnaldi juga menyayangkan munculnya narasi yang dinilai berlebihan dan berpotensi menyesatkan opini publik. Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

“Masyarakat kami harapkan tidak mudah terprovokasi. Sebaiknya setiap informasi yang diterima di cross check terlebih dahulu, jangan cepat termakan isu hoaks,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersikap tenang dan positif dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.

Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan bahwa pembangunan jembatan di lokasi tersebut saat ini masih terus berjalan. Jembatan sebelumnya diketahui ambruk pada 2024 akibat banjir, sehingga kini dibangun kembali dengan spesifikasi yang lebih tinggi dan aman.

Pembangunan jembatan gantung sepanjang sekitar 80 meter itu dilakukan dengan peningkatan ketinggian sekitar 1,5 meter dari desain sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi terhadap potensi bencana banjir atau galodo di masa mendatang.

Baca Juga  Pemkab Pessel Minta Percepatan Pemulihan Listrik di Tiga Nagari Terisolir Bayang Utara

Dengan total anggaran mencapai Rp4,6 miliar, proyek tersebut ditargetkan rampung dan mulai difungsikan pada Agustus 2026. Sebelumnya, peninjauan lokasi juga telah dilakukan pada Februari 2026 oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade bersama Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim dan jajaran perangkat daerah terkait.

Risnaldi menegaskan, pembangunan jembatan ini tidak hanya bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perlindungan terhadap risiko bencana.

“Dengan ketinggian yang ditambah, insyaallah kalau terjadi banjir atau galodo, jembatan bisa selamat. Tapi yang paling penting, setelah selesai nanti jembatan ini harus dijaga,” pungkasnya.

Pemerintah daerah berharap, setelah pembangunan rampung, akses masyarakat terutama para pelajar dapat kembali normal, lebih aman, dan nyaman. (*)