SUMBAR

Dua Remaja Putri Diduga Bunuh Diri di Kawasan Kebun Teh Solok, Satu Meninggal, Satu lagi Selamat

×

Dua Remaja Putri Diduga Bunuh Diri di Kawasan Kebun Teh Solok, Satu Meninggal, Satu lagi Selamat

Sebarkan artikel ini

SOLOK, HARIANHALUAN.ID- Dua remaja perempuan diduga melakukan percobaan bunuh diri di kawasan perkebunan teh Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Selasa (7/4/2026) malam. Dalam peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara satu lainnya selamat.

Korban meninggal diketahui berinisial DAN (17). Sementara rekannya, M (17), berhasil selamat setelah tali yang digunakan dalam percobaan tersebut dilaporkan terputus atau terlepas.
Kapolsek Gunung Talang, Iptu Armen Nandes, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, kedua korban ditemukan oleh seorang warga di lokasi kejadian.

Baca Juga  Kajati Sumbar Sebagai Inspektur Upacara di Hari Sumpah Pemuda

“Korban atas nama DAN dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit. Sementara satu korban lainnya selamat karena tali yang diduga digunakan terputus atau terlepas,” ujarnya.

Menurut keterangan, DAN tinggal di kawasan mess di lingkungan perkebunan teh, tempat bibinya bekerja. DAN diketahui masih berstatus pelajar, sedangkan M dilaporkan telah putus sekolah.

Pihak kepolisian menyebutkan, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Dharmasraya.

Sementara itu, M saat ini berada dalam pengawasan dan perawatan keluarga dan belum dapat dimintai keterangan karena masih mengalami trauma.

Baca Juga  BRI Solok Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kodim 0309, Siap Dukung Kesejahteraan Anggota TNI

“Korban yang selamat masih bersama keluarganya. Kami menunggu kondisinya membaik untuk dimintai keterangan lebih lanjut karena masih dalam kondisi trauma,” kata Armen.

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga telah dilakukan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar, terutama kalangan remaja, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)