PERISTIWA

Korban Longboat Terbalik di Sagulubbek Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Ditutup

×

Korban Longboat Terbalik di Sagulubbek Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Ditutup

Sebarkan artikel ini

MENTAWAI, HARIANHALUAN.ID- Setelah dua hari pencarian intensif di perairan Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, tim gabungan akhirnya menemukan korban Jajanggi (L/48) yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan longboat yang terbalik di pintu muara Sagulubbek. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (09/06/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Senin (08/06/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebuah longboat bermesin 40 PK berwarna cokelat berencana menjemput seorang warga yang sedang sakit untuk dibawa dari Pantai Sagulubbek menuju Tuapejat guna mendapatkan penanganan medis.

Namun saat longboat keluar dari Muara Sagulubbek menuju pantai untuk menjemput pasien, cuaca dan kondisi gelombang laut yang cukup tinggi menjadi ancaman. Kapal kecil tersebut dihantam ombak besar tepat di pintu muara hingga menyebabkan longboat terbalik.

Korban Longboat Terbalik di Sagulubbek Ditemukan Meninggal Dunia

Dalam insiden tersebut terdapat tiga orang di atas longboat. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya terseret arus dan dinyatakan hilang.

Baca Juga  Malam di Kota Padang Tak Luput dari Patroli, Empat Motor Diduga Terkait Balap Liar Diamankan

Menerima laporan kejadian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai segera mengerahkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Mentawai, TNI, Polri, serta nelayan setempat untuk melakukan pencarian terhadap korban yang hilang.

Pencarian dilakukan secara maksimal dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian menggunakan armada dan peralatan SAR. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi pencarian.

Korban ditemukan pada Selasa (09/06/2026) sekitar pukul 09.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan mengapung sejauh sekitar 0,83 Nautical Mile (NM) ke arah barat dari titik lokasi longboat terbalik.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju perkampungan Sagulubbek untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan pihak berwenang guna proses lebih lanjut.

Dengan ditemukannya korban, maka operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Baca Juga  Dihantam Dum Truk di Jalinsum Gunung Medan, Mak Itam Sempat Duduk di Pinggir Jalan Sebelum Dilarikan ke RSUD Sungai Dareh

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, menyampaikan duka cita atas musibah tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di Kepulauan Mentawai, agar selalu menggunakan alat keselamatan berupa pelampung atau life jacket serta membawa perangkat komunikasi darurat seperti PLB, EPIRB, maupun radio marabahaya ketika melakukan aktivitas di laut. Langkah ini sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko pelayaran di wilayah perairan Mentawai yang dikenal memiliki
gelombang laut dinamis dan kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kesadaran terhadap standar keselamatan pelayaran diharapkan menjadi perhatian utama seluruh pengguna transportasi laut guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (h/wwn)