PARIAMAN

Kota Pariaman dan Pemprov Sumbar Perkuat Mitigasi Bencana

×

Kota Pariaman dan Pemprov Sumbar Perkuat Mitigasi Bencana

Sebarkan artikel ini

“Kami dari BNPB menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Pariaman atas komitmen dan kerja keras dalam membangun kesiapsiagaan. Mari kita terus memperkuat kolaborasi pusat dan daerah, pemerintah dan masyarakat, serta seluruh pentahelix penanggulangan bencana. Melalui gladi ini kita membuktikan bahwa pengalaman masa lalu benar-benar telah menjadi kesiapsiagaan yang lebih baik untuk masa depan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Buya Mahyeldi juga menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah gladi tidak diukur dari seberapa rapi sebuah skenario dapat dilaksanakan, tetapi keberhasilan gladi justru diukur dari seberapa banyak pembelajaran yang dapat kita peroleh untuk memperkuat kesiapsiagaan kita ke depan.

“Dari kegiatan ini kita bisa melihat secara jernih apa yang telah kita uji, apa yang telah berjalan baik, dan apa yang masih harus kita perbaiki, sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan gladi simulasi ini,” sebut Buya.

Baca Juga  Ikaspensa Padang Bakal Gelar Peringatan 75 Tahun SMPN 1

Buya Mahyeldi menyatakan bahwa ada enam tindak lanjut dari rangkaian kegiatan yang telah terlaksana dalam gladi simulasi ini, seperti Table Top Exercise, Command Post Exercise, dan Field Training Exercise. Enam tindak lanjut yang mesti dilakukan itu adalah pertama, seluruh hasil evaluasi TTx, CPx, dan FTx harus didokumentasikan secara lengkap dan ditindaklanjuti.

Kedua, perkuat sistem komando dan koordinasi antarinstansi, ketiga, sistem komunikasi kedaruratan harus terus diuji dan diperkuat, keempat, pemerintah kabupaten dan kota harus membawa hasil pembelajaran dari gladi ini ke wilayah masing-masing, kelima, libatkan masyarakat secara lebih luas, dan keenam, kesiapsiagaan harus menjadi budaya, bukan sekadar program semata.

Buya juga menyampaikan bahwa ancaman bencana yang kita hadapi menuntut kerja sama yang tidak mengenal batas administrasi, karena gempabumi dan tsunami tidak mengenal batas kabupaten dan kota. Kolaborasi lintas daerah seperti ini harus terus kita perkuat. Demikian pula dengan keterlibatan BNPB, BMKG, Kantor Pencarian dan Pertolongan, TNI, POLRI, dunia usaha, akademisi, organisasi kemanusiaan, serta relawan.

Baca Juga  Pemkab Agam Perbanyak Homestay untuk Menambah Pendapatan Daerah

“Semua memiliki peran yang penting, semua adalah bagian dari sistem penanggulangan bencana, dan tidak ada satu pun unsur yang dapat berjalan sendiri. Kita harus membangun satu kesadaran bahwa ketika terjadi bencana, yang paling utama bukan lagi ego sektoral atau batas kewenangan tetapi yang utama adalah keselamatan masyarakat. Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” tutup Buya Mahyeldi. (*)