OPINI

Teguhkan Hati, Kuatkan Mental, Untuk Menghadapi Dinamika Kehidupan

×

Teguhkan Hati, Kuatkan Mental, Untuk Menghadapi Dinamika Kehidupan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Alfauzan, SAg, MM

Ada sebuah ungkapan hebat yang penah di sampaikan Jon Kabat Zinn (pakar mindfulness) sebagai berikut : “You can’t stop the waves, but you can learn to surf” (Anda tidak bisa menghentikan ombak, tetapi anda bisa belajar berselancar)”.

Jon Kabat Zinn adalah seorang Profesor Emeritus kedokteran asal Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai Bapak Mindfulness Modern. Ia juga pendiri program Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) atau Pengurangan Stres Berbasis Kesadaran di Fakultas Kedokteran Universitas Massachusetts AS pada tahun 1979.

Sungguh sangat inspiratif sekali apa yang disampaikan oleh Jon Kabat Zinn yang kalau kita coba ambil pelajarannya sebagai penguat hati, mental dan jiwa dalam menghadapi kerasnya kehidupan yang terus akan berjalan sesuai masanya.

Diantara inti pelajaran yang bisa direnungkan sebagai sebuah nilai yaitu, jadikan ombak yang harus diubah menjadi badai dan papan selancar menjadi jangkar, ini mengandung nilai betapa pentingnya memiliki ketahanan mental dan iman yang kokoh di dalam diri ketika menghadapi gelombang kehidupan yang telah, sedang dan terus akan penuh dengan berbagai dinamika serta tantangan di masa yang akan datang.

Sebagai seorang yang telah dipilih oleh Allah SWT hidup di dunia ini, tentu berbagai persoalan akan datang silih berganti kepada kita. Adakalanya sedih karena diuji dengan berbagai kekurangan bahkan kondisi yang tidak menentu, maka sebagai insan yang beriman harus meletakan segala sesuatu itu pasti sudah sesuai sunnatullah.

Kita harus siap dan mampu menerima dengan sepenuh hati apapun yang berlaku bagi kita, karena ketahuilah bahwa apapun yang Allah berikan, sesuai dengan daya dan kekuatan mental kondisi kebatinan dalam memikul, menghadapi serta mencari jalan sebagai solusi dari masalah yang sedang dihadapi. 

Ingatlah bahwa Allah itu maha mendidik setiap hamba-Nya sesuai kemampuan dalam menerima ujian dariNya. Jangan pernah menyalahkan siapapun ketika kehidupan belum sesuai harapan, tetislah berusaha lagi, jangan pernah berputus asa ketika belum mencapai hasil sesuai harapan.

Kebahagiaan dimulai saat kita berhenti mencemaskan hal yang tidak bisa diubah. Kita harus memulai dan mencoba untuk melakukan perubahan sekecil apapun yang bisa  diupayakan, karena tidak ada kepastian yang abadi di dunia ini kecuali yang pasti itu adalah perubahan.

Baca Juga  Mimpi Penyederhanaan Parpol

Maka lakukanlah pertama untuk bergerak memulai mengubah persepsi atau cara pandang dan cara berpikir agar mental dan hati juga mengikuti apa yang sedang diupayakan oleh otak kita dalam merespon keadaan yang sedang terjadi, teruslah mencoba, jangan pernah berhenti untuk terus bangkit ketika menghadapi masalah dan kesulitan seberat dan sebwsar apapun.

Ketika lari dan tidak mau melakukan apapun, maka ketika tidak mau melakukan apapun, maka di saat itulah kita bukan lagi seorang yang mengerti apa itu proses dan cara Tuhan dalam mendidik melatih dan menempa diri Kita untuk berada pada jalan-Nya. 

Ketahuilah bahwa dinamika dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan ini adalah hukum alam, jangan pernah melawan arusnya, tetapi belajarlah menari bersama ombaknya, ketika situasi memburuk, ingatlah ini akan berlalu, kemudian saat situasi membaik, bersyukurlah karena ini pun tidak akan abadi.

Sebaliknya ketika menemui kegagalan dalam berusaha, anggaplah itu sebagai sebua data, dan fakta yang harus dijadikan sabagai dasar untuk ditelaah, renungkan serta diolah dengan kepala dingin tanpa harus menyalah siapapun atau malahan sampai menyalahkan Allah sabagai Rabb kita.

Yang benar adalah ketika sebuah rencana belum berhasil atau katakanlah menemuo kegagalan, itu bukan berarti semuanya sudah berakhir, namun jadikan itu sebagai sebuah medium bagi diri  sedang ujian untuk naik kelas dari kegagalan untuknmencapai keberhasilan, yang penting itu bagaimana menyikapi dan meresponnya.

Untuk merespon dan menyikapi sesuatubyang belum berhasil adalah mencoba lagi, karena sejatinya kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda saja, jadikan kegagalan itu sebagai informasi baru bahwa cara yang diambil belum sesuai dengan langkah dan kiat untuk mencapai sebuah  keberhasilan.

Sebagai insan pilihannya langkah yang paling tepat dilakukan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua sistem dan tatakelola yang dipilih, lakukan analisa mendalam, apa yang menjadi penyebab kegagalan, lalu lakukan dengan cepat adaptasi, untuk mencoba lagi dengan strategi, cara dan pola yang berbeda.

Baca Juga  Mudik Lebaran, Saat Smartphone Tak Mampu Menggantikan Kehangatan Kampung Halaman

Sebagai manusia yang berakal budi, harus memulai langkah kecil yang terukur dan rasional untuk memastikan kebangkitan memulai lagi untuk menghadirkan keberhasilan setelah melewati ujian kegagalan, karena bangkit dari kegagalan pasti memiliki energi baru yang kuat untuk lebih bijaksana serta memiliki kepercayaan diri untuk mencapai kesuksesan di masa yang akan datang.

Jauhkanlah sifat menghakimi atau menyalahkan diri sendiri, orang lain apalagi Tuhan, ketika memang belum berhasil sesuai harapan, karena seseorang yang memiliki kesadaran dan keyakinan tentang proses maka ia akan mengerti tentang sebuah hasil, ketika belum berhasil ulangi lagi sampai betul-betul yakin bahwa keberhasilan pasti akan datang di saat yang tepat dan ketika benar-benar telah siap menerimanya.

Mulailah untuk menyelesaikan apa yang ada di depan mata untuk 24 jam ke depan, Yakinkan diri bahwa secercah harapan yang dikumpulkan setiap hari, pasti akan membentuk mental yang tangguh tak tergoyahkan, sebagai bahan bakar yang menguatkan untuk melangkah lagi bangkit lagi dengan lebih baik ke depannya.

Jauhkanlah sifat menghakimi atau menyalahkan diri sendiri, orang lain, apalagi Tuhan, ketika memang belum berhasil sesuai harapan, karena seseorang yang memiliki kesadaran dan keyakinan tentang proses maka ia akan mengerti tentang sebuah hasil.

Harap diingat juga bahwa ketika belum berhasil ulangi lagi sampai betul-betul yakin bahwa keberhasilan itu sepadan dengan usaha yang  dilakukan, dan jika terus berusaha secara maksimal, pasti keberhasilan itu akan datang di saat yang tepat dan ketika benar-benar telah siap menerimanya.

Sebagai penutup ketika pencapaian belum sesuai harapan, lakukan analisa kemudian cari langkah dan strategi terbaik untuk memulai kembali, ketahuilah bahwa tidak ada yang instan di dunia ini, semua butuh proses, strategy dan pandai membaca peluang dan membawakan diri dalam pergaulan, selebihnya tingkatkan terus kompetensi serta bangun jejaring dan jangan pernah lupanberdoa kepadaNya, 

Semoga bermanfaat. (*).