JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Rafyq Panjaitan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) periode 2026-2028, dalam Musyawarah KWP, di Wisma DPR RI, Kopo, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10).
Musyawarah pemilihan Ketua KWP tersebut, dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah dan dihadiri Plt Sekjen DPR RI Suprihartini, Deputi Bidang Administrasi Setjen DPR RI Rahmad Budiaji dan Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI Muhammad Najib Ibrahim.
Terpilihnya Rafyq untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Ariawan yang telah memimpinan KWP selama dua periode itu, 100 persen mendapat dukungan peserta musyawarah. Anggota KWP adalah wartawan yang selama ini melakukan tugas jurnalistik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Rafyq menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota KWP yang saat ini hampir mencapai 200 orang itu, yang telah mempercayai dirinya memimpin KWP untuk dua tahun ke depan.
Dia juga mengajak seluruh anggota KWP untuk bersama-sama memajukan KWP ke depan. “Mari kita berkolaborasi dan bergandengan tangan untuk memajukan KWP ke depan,” kata Rafyq dalam pidato awalnya sebagai Ketua KWP terpilih.
Menurut Rafyq, kepemimpinan KWP bukan semata-mata mengenai posisi, melainkan amanah untuk menjaga kebersamaan seluruh wartawan parlemen. Karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk bergerak bersama dalam membangun organisasi.
Rafyq juga menyampaikan bahwa KWP ke depan membutuhkan partisipasi seluruh anggotanya. Dengan semangat kebersamaan tersebut, ia berharap KWP dapat semakin solid sekaligus mampu menjalankan perannya sebagai wadah wartawan yang bertugas meliput dinamika yang terjadi parlemen.
Sedangkan Ariawan mengatakan bahwa pergantian kepengurusan KWP bukan sekadar momentum memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi ujian untuk menjaga kekompakan seluruh anggotanya.
Ariawan menitipkan pesan agar kepengurusan baru mampu merawat persatuan sekaligus mempertahankan hubungan baik dengan DPR sebagai mitra kerja yang saling berkesinambungan. “Yang paling penting, kepengurusan KWP 2026-2028 harus bisa menjaga persatuan seluruh anggota KWP,” ujar Ketua KWP dua periode itu.
Menurut Ariawan, soliditas internal menjadi modal penting bagi KWP dalam menjalankan peran jurnalistik di lingkungan parlemen.
“Jangan sampai pergantian kepengurusan justru membuat anggota KWP terpecah, karena kekuatan KWP ada pada kebersamaan seluruh anggotanya,” katanya.
Selain menjaga persatuan internal, Ariawan mengingatkan kepengurusan KWP yang baru untuk terus membangun komunikasi dan hubungan baik dengan DPR.
Hubungan tersebut, kata dia, perlu dijaga secara menyeluruh, mulai dari jajaran Sekretariat Jenderal DPR hingga para anggota DPR yang menjadi mitra kerja wartawan parlemen.
“KWP harus tetap menjaga hubungan baik dengan DPR, mulai dari kesekjenan sampai anggota DPR,” kata Ariawan.
Dia menilai hubungan yang terjalin dengan baik akan membantu menciptakan komunikasi yang sehat antara wartawan parlemen dan lembaga legislatif.
Ariawan menekankan hubungan KWP dengan DPR bukan sekadar hubungan antara wartawan dan narasumber, melainkan relasi profesional yang perlu dijaga secara berkesinambungan.
“Kita harus menjaga hubungan yang baik dan saling berkesinambungan, sehingga KWP tetap bisa menjalankan tugas jurnalistiknya dengan baik,” ujarnya.
Dia berharap kepengurusan KWP 2026-2028 dapat melanjutkan hal-hal positif yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya tanpa mengesampingkan kebutuhan untuk melakukan pembenahan.
Menurut Ariawan, kesinambungan organisasi penting agar KWP tetap menjadi wadah bersama bagi wartawan yang menjalankan tugas peliputan di lingkungan parlemen.
“Saya berharap kepengurusan baru bisa membawa KWP semakin solid, tetap menjaga kebersamaan, dan terus membangun komunikasi yang baik dengan DPR,” kata Ariawan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pergantian kepemimpinan seharusnya menjadi momentum memperkuat organisasi, bukan memperlebar perbedaan di antara anggota. (*)






