“Jangan sampai berita yang disajikan ditinggalkan pembaca karena tidak profesional atau tidak memenuhi standar kompetensi wartawan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Annisa juga menyinggung maraknya pemberitaan mengenai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah kepala daerah di Indonesia.
Menjelang pelaksanaan pilkada, ia berharap PWI dapat menjadi pelopor dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat agar lebih cermat memilih pemimpin yang berintegritas dan mampu membawa kesejahteraan bagi daerah.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam mencerdaskan masyarakat melalui pemberitaan yang objektif dan edukatif, sehingga demokrasi dapat berjalan lebih berkualitas.
“Mudah-mudahan pengurus baru PWI Kabupaten Dharmasraya mampu memberikan warna baru di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Sumatera Barat, Widyanafis, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Bupati Annisa terhadap keberadaan insan pers di Kabupaten Dharmasraya.
Ia menegaskan bahwa wartawan sebagai pilar keempat demokrasi memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional. Untuk itu, peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) harus terus didorong.
Namun demikian, Widyanafis menilai peningkatan kualitas wartawan juga memerlukan dukungan nyata dari pemerintah daerah.
“Kami mengajak pemerintah daerah bersama-sama mendukung agar wartawan di Kabupaten Dharmasraya dapat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan. Tanpa dukungan pemerintah daerah, harapan untuk meningkatkan kompetensi wartawan akan sulit terwujud,” katanya.
Pelantikan pengurus PWI Dharmasraya periode 2026–2029 tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam membangun iklim jurnalistik yang sehat, profesional, serta mampu menghadirkan informasi yang berkualitas bagi masyarakat. (*)












