PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID-Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pesisir Selatan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penguatan komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan. Ribuan peserta dari berbagai kalangan memadati GOR Ilyas Yakub Painan, Senin (4/5/2026), dalam suasana yang khidmat dan penuh makna.
Di antara para peserta yang hadir, tampak Anggota DPR RI, Lisda Hendrajoni, yang juga menjabat sebagai Bunda Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan. Kehadirannya menjadi simbol kuat dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Lisda mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh khidmat bersama para pelajar, guru, tenaga kependidikan, serta unsur pemerintah daerah. Kehadirannya sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kemajuan pendidikan.
Upacara Hardiknas tahun ini berlangsung tertib dan sarat nilai kebangsaan. Semangat kebersamaan terasa kental, mencerminkan tekad kolektif untuk menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Lisda mengajak seluruh pihak untuk kembali menengok sejarah lahirnya Hari Pendidikan Nasional. Ia mengingatkan bahwa peringatan ini tidak terlepas dari jasa besar Ki Hadjar Dewantara sebagai pelopor pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara harus terus hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter.
“Hardiknas bukan sekadar peringatan tahunan. Ini adalah momentum untuk mengingat kembali tujuan utama pendidikan, yakni membentuk manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ujar Lisda.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh dipandang sebatas transfer ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk jati diri bangsa yang berintegritas dan berkepribadian.
Sebagai politisi dari daerah pemilihan Sumatera Barat, ia menilai bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah nyata dan terukur untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Ia pun mengingatkan agar peringatan Hardiknas tidak berhenti pada seremoni semata. Momentum ini, kata dia, harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan di sektor pendidikan.
Salah satu isu yang menjadi sorotannya adalah pemerataan sarana dan prasarana pendidikan. Ia menilai masih terdapat sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian serius, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
“Pemerataan sarana dan prasarana pendidikan harus menjadi prioritas. Setiap anak berhak mendapatkan fasilitas belajar yang layak, tanpa terkecuali,” katanya.
Selain infrastruktur, Lisda juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik. Menurutnya, guru memegang peran kunci dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan.
Ia mendorong agar pelatihan bagi guru dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, para pendidik dapat terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Guru harus dibekali dengan kemampuan yang adaptif terhadap teknologi dan perubahan zaman. Pelatihan yang berkelanjutan menjadi kunci,” ucap Lisda.
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya penghargaan terhadap profesi guru. Lisda menilai bahwa dedikasi para guru sering kali belum diimbangi dengan penghargaan yang layak.
Menurutnya, kesejahteraan guru memiliki dampak langsung terhadap kualitas pendidikan. Guru yang sejahtera akan lebih fokus dan maksimal dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.
“Jika guru sejahtera dan dihargai, maka mereka akan lebih optimal dalam mendidik generasi penerus bangsa,” tuturnya.
Sebagai Bunda Pendidikan Pesisir Selatan, Lisda menyatakan komitmennya untuk terus mendorong berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak bisa dicapai secara parsial. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak nyata.
Lisda berharap, peringatan Hardiknas 2026 dapat menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi tersebut. Ia ingin seluruh pihak bergerak bersama dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik.
Ia juga menaruh perhatian pada pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil dan memiliki kebutuhan khusus. Baginya, pendidikan yang adil adalah pendidikan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan tanpa diskriminasi. Hal ini menjadi salah satu kunci dalam menciptakan keadilan sosial.
Menutup pernyataannya, Lisda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hardiknas sebagai momentum perubahan.
“Mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai titik tolak untuk bergerak bersama, memperkuat komitmen, dan menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, serta berkeadilan,” pungkasnya. (*)












