HEADLINEPENDIDIKAN

Semarakkan Hardiknas, PGRI Pasbar Gelar Seminar Nasional

×

Semarakkan Hardiknas, PGRI Pasbar Gelar Seminar Nasional

Sebarkan artikel ini

PASBAR, HARIANHALUAN.ID — Menyongsong peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pasaman Barat menggelar seminar nasional di aula kantor bupati setempat, Senin (4/5) yang dibuka oleh Sekda Doddy San Ismail.

Seminar nasional tersebut mengangkat tema  informasi supervisi pendidikan menuju pembelajaran inovatif dan berkelanjutan. Sebelumnya PGRI juga menggelar lomba cipta dan baca puisi, Lomba karya inovatif dan lomba vlog Hardiknas.

Adapun narasumber Seminar Prof Dr Rifma Mpd. Hadir juga kepala Dinas Pendidikan, Kacabdin wilayah VI dan stakeholder terkait lainnya.

Sekda Doddy San Ismail yang membacakan sambutan Bupati mengatakan seminar yang menghadirkan narasumber ahli, Prof. Dr. Rifma, M.Pd., ini menjadi wadah bagi para tenaga pendidik untuk memperbarui pengetahuan mengenai metode supervisi modern.

Ia melanjutkan, atas nama Pemda Pasbar memberikan  apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi meningkatkan mutu pendidikan guna mengangkat martabat Kabupaten Pasaman Barat.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kolektif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kita harus meneguhkan kembali komitmen untuk membangun SDM yang unggul. Di era tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan karakter dan penguasaan teknologi harus berjalan beriringan. Integritas dan semangat gotong royong harus tetap menjadi fondasi di samping keunggulan akademik,” ujar Sekda saat membacakan sambutan Bupati.

Baca Juga  Bentuk Karakter Anak Minangkabau, Hendri Septa: Kota Padang Telah Miliki Muatan Lokal

Beliau juga secara khusus meminta PGRI untuk senantiasa menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan kualitas pengajaran di Pasaman Barat.

Selain masalah akademik, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga menitipkan pesan krusial terkait lingkungan hidup kepada para guru di bumi mekar tuah Basamo.

Berdasarkan laporan DLH bahwa Pasaman Barat memproduksi hampir 88 ton sampah setiap harinya, pemerintah meminta para kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk mengintegrasikan edukasi pengelolaan sampah ke dalam lingkungan sekolah.

“Kita sedang menghadapi krisis sampah. Kami berharap sekolah kembali mengaktifkan peran UKS dan mengajarkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Mulailah memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada anak didik agar meminimalisir penggunaan plastik dan memilah sampah. Edukasi ini harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga, sekolah, hingga lingkungan sekitar. Memilah sampah itu penting mana sampah yang bisa terurai dan mana yang tidak,” tambahnya.

Baca Juga  Dibuka Zulhardi Z Latief, Ratusan Pramuka Ikuti Pesta Siaga Kwarcab Pramuka Padang

Sementara itu, Ketua PGRI Pasaman Barat, Maulana Lubis, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus bersatu dan konsisten dalam meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai kegiatan ilmiah seperti seminar ini.

“PGRI harus terus meningkatkan ilmu pengetahuan. Seminar ini adalah bagian dari upaya kita agar guru tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Berbagai kegiatan juga sudah kita lakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru. Berbagai lomba juga kita gelar,”katanya.

Ia juga memohon dukungan semua pihak agar kegiatan kegiatan kependidikan yang digelar berjalan dengan lancar. Karena banyak agenda PGRI yang di depan mata menunggu dukungan Pemda, dewan dan PGRI itu sendiri. (*)