TANAH DATAR, harianhaluan.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tanah Datar menggelar lokakarya bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Tahun Pelajaran 2026–2027. Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Sinergi dan Semangat Baru dalam Implementasi Kurikulum Cinta dan Deep Learning” sebagai upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan di lingkungan madrasah.
Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Tanah Datar, Hendri Pani Dias. Dalam arahannya menekankan pentingnya transformasi pola pikir bagi pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan pendidikan serta kebutuhan peserta didik masa kini.
“Transformasi pendidikan harus dimulai dari transformasi mindset. Guru dan tenaga kependidikan perlu mengenali potensi diri, terus belajar, dan mengembangkan kemampuan agar mampu mengantarkan peserta didik menuju prestasi yang maksimal,” ujarnya sambutan sekaligus sebagai pemateri.
Materi pertama yang disampaikan Kakankemenag mengangkat topik “Transformasi Mindset dan Penguatan Kurikulum: Strategi Mengenali Diri serta Mengembangkan Potensi Menuju Prestasi Maksimal”. Materi tersebut memberikan penguatan kepada GTK agar menjadi pribadi pembelajar, adaptif, serta memiliki orientasi kerja yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan madrasah.
“Guru dan tenaga kependidikan harus terus bertransformasi, tidak hanya dalam kemampuan akademik, tetapi juga dalam membangun karakter, kreativitas, serta semangat melayani peserta didik dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Kepala MAN 2 Tanah Datar, Sabrimen, dalam sambutannya menyampaikan bahwa lokakarya tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh GTK untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan membangun semangat baru dalam menghadapi tahun pelajaran mendatang. Menurutnya, perubahan kurikulum dan pendekatan pembelajaran harus disikapi dengan kesiapan mental, profesionalitas, serta kemauan untuk terus belajar.
“Lokakarya ini bukan hanya kegiatan rutin menjelang tahun pelajaran baru, tetapi menjadi ruang bersama bagi kita untuk memperkuat sinergi, memperbarui semangat, dan menyiapkan diri dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik. GTK MAN 2 Tanah Datar harus terus bergerak, beradaptasi, dan bekerja dengan hati,” ujar Sabrimen.
Sesi berikutnya diisi Emrizal Dt. Hyang Basa dengan materi “Pendidik dan Tenaga Kependidikan Profesional dan Amanah”. Dalam pemaparannya, ia memberikan motivasi dan pencerahan kepada GTK agar senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Menurut Emrizal, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter generasi muda. “Pendidikan yang berhasil lahir dari guru yang amanah, profesional, dan mampu menjadi inspirasi bagi peserta didiknya,” ungkapnya.
Selain itu, lokakarya juga membahas implementasi kurikulum berbasis cinta yang menitikberatkan pada pembentukan peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, MAN 2 Tanah Datar berharap seluruh GTK semakin solid, inovatif, dan siap menghadirkan ekosistem pembelajaran yang bermakna serta mampu mencetak generasi unggul di masa mendatang.
Pada sesi ketiga kegiatan pengembangan kompetensi GTK MAN 2 Tanah Datar, Pengawas Madrasah Salmah Yusuf tampil sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk “Kurikulum Berbasis Cinta: Membentuk Murid yang Cerdas Berkarakter”. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik melalui pendekatan yang humanis, penuh empati, dan sarat nilai-nilai positif. (humas).






