PADANG, harianhaluan. id – Menjadi dai muda tidak cukup hanya dengan kemampuan berbicara di hadapan jamaah. Di tengah perubahan sosial dan derasnya arus informasi, dai dituntut memiliki ilmu yang kuat, akhlak yang baik, kemampuan membaca perkembangan zaman dan wawasan kebangsaan yang kokoh.
Pesan tersebut disampaikan Syaifuddin Zuhri dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar melalui Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) saat memberikan Pembinaan Dai Muda di Madrasah untuk Penguatan Majelis Kebangsaan di MAN 3 Kota Padang, Jumat (25/9/26).
Mengangkat tema “Membangun Generasi Dai Muda yang Terampil, Inspiratif, dan Berwawasan Kebangsaan”, kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan bagi para murid untuk memperkuat kapasitas sebagai generasi muda yang mampu menyampaikan pesan keagamaan sekaligus merawat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Mengawali pembinaan, Syaifuddin memotivasi para murid dengan pepatah Arab, “Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.”
Menurutnya, masa muda merupakan fase penting untuk membangun kapasitas, karakter, dan tanggung jawab. Karena itu, seorang dai muda perlu mempersiapkan diri agar mampu menjadi teladan sekaligus komunikator nilai-nilai keislaman yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Syaifuddin kemudian memaparkan tujuh kompetensi yang harus dimiliki dai muda yang tangguh, yakni memiliki manhaj yang kuat, berakhlakul karimah, menguasai ilmu secara mendalam, mampu memahami perubahan sosial, mampu menggunakan media dengan baik, bersikap moderat, serta memiliki semangat mengabdi.
“Dai muda harus memiliki fondasi keilmuan dan akhlak yang kuat. Di saat yang sama, mereka juga harus mampu memahami perubahan sosial dan menggunakan media secara bijak untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan,” pesannya.
Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kanwil Kemenag Sumbar melalui Bidang Penaiszawa serta Syaifuddin Zuhri beserta tim yang telah memberikan pembinaan kepada warga madrasah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan para murid, khususnya dalam mengembangkan kemampuan dakwah, sekaligus memperkuat karakter generasi muda yang religius, moderat, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan kebangsaan. (humas).






