PESISIR SELATAN, Harian Haluan. id – MTsN 5 Pesisir Selatan menggelar briefing diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan di ruang majelis guru saat jam istirahat, Sabtu (18/7/26). Kegiatan itu dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumbar tentang Pencegahan Kekerasan dan Bullying di madrasah.
Briefing dipimpin Kepala MTsN 5 Pesisir Selatan, Syofya Riantito, yang menegaskan bahwa pencegahan kekerasan dan bullying merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah. Dia mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk lebih aktif melakukan deteksi dini terhadap berbagai bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, sosial, siber, maupun bentuk lainnya dan memberikan pembinaan yang edukatif kepada peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Kepala madrasah juga menyampaikan bahwa MTsN 5 Pesisir Selatan akan memperkuat langkah-langkah pencegahan sebagaimana diamanatkan dalam surat edaran. Diantaranya melalui pembentukan tim pencegahan kekerasan dan bullying, pemasangan media edukatif berupa slogan dan poster anti-bullying di lingkungan madrasah, serta meningkatkan pengawasan dan komunikasi antara guru, wali kelas, peserta didik, dan orang tua.
Langkah tersebut diharapkan mampu membangun budaya saling menghormati dan menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Selain membahas pencegahan bullying, briefing juga difokuskan pada penguatan kedisiplinan seluruh warga madrasah. Kepala madrasah mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan disiplin dalam kehadiran, pelaksanaan tugas, administrasi pembelajaran, serta menjaga etika, integritas, dan profesionalisme sebagai pendidik. Budaya disiplin merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik yang bertanggung jawab dan berakhlakul karimah.
“Disiplin harus dimulai dari diri kita sebagai pendidik. Ketika guru mampu menjadi teladan dalam sikap, tanggung jawab, dan kedisiplinan, peserta didik akan lebih mudah mencontoh perilaku positif tersebut. Demikian pula dalam upaya mencegah bullying, semuanya berawal dari kepedulian, keteladanan dan kerja sama seluruh warga madrasah,” tegas Syofya Riantito. (humas).Â






