PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.ID- Kegiatan muhadharah menjadi salah satu program pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan berbahasa yang rutin dilaksanakan di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya dilatih berbicara di depan umum, tetapi juga dibina dalam penguatan mental, spiritual, serta kemampuan komunikasi yang santun dan terarah.
Pelaksanaan muhadharah Jumat (8/4) pagi di MAN 1 Payakumbuh (Vocapay) berlangsung tertib, khidmat, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini melibatkan murid Fase E dari kelas E5, E6, dan E7 yang berkolaborasi menyukseskan seluruh rangkaian acara.
Sebelum kegiatan dimulai, para petugas terlebih dahulu melakukan berbagai persiapan teknis, mulai dari pengecekan susunan acara, pengeras suara, hingga kesiapan materi yang akan disampaikan. Seluruh murid kemudian berkumpul di lapangan madrasah dengan tertib sesuai arahan guru pembina.
Kegiatan diawali oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta sari tilawah, penyampaian pidato dan ceramah keagamaan, penampilan puisi islami, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya yang sarat nilai moral dan spiritual.
Dalam pelaksanaannya, guru pembina turut aktif memberikan arahan, evaluasi, dan motivasi agar kegiatan berjalan kondusif serta memberi dampak positif bagi seluruh peserta.
Kepala MAN 1 Vocapay, Muhammad Suhardi, M.Pd mengatakan, kegiatan ini bermanfaat untuk membentuk karakter peserta didik. Selain meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan penguasaan bahasa, kegiatan ini juga akan bisa melatih keberanian, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta rasa percaya diri murid.
“Murid yang tampil dituntut mempersiapkan materi secara matang, mengatur intonasi dan ekspresi, serta menjaga sikap selama berada di hadapan audiens. Sementara peserta lainnya dilatih untuk menghargai, menyimak, dan mengambil hikmah dari materi yang disampaikan,”katanya.
Dengan pelaksanaan muhadharah secara rutin dan berkesinambungan, diharapkan murid mampu berkembang menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kemampuan komunikasi yang efektif serta santun. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat budaya religius dan menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, edukatif, dan inspiratif di lingkungan madrasah.
Di akhir kegiatan, pembina muhadharah, Arif Afendi, menyampaikan sejumlah evaluasi terhadap penampilan murid, mulai dari pembacaan wahyu ilahi, doa, khotbah, hingga pidato. Ia juga memberikan arahan dan masukan sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan muhadharah berikutnya.
“Semoga melalui kegiatan rutin ini, minat dan bakat murid dapat terus dilatih dan tersalurkan dengan baik,” ujarnya. (*)






