Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli BBPOM Padang, Asfrianti, mengatakan pendampingan ini bertujuan memastikan seluruh data yang dibutuhkan dapat dilengkapi secara optimal.
Menurutnya, kelengkapan data dan bukti dukung menjadi faktor penting dalam menentukan capaian penilaian Kota Pangan Aman. “Kami berharap seluruh OPD dapat melengkapi data yang dibutuhkan secara maksimal sehingga mampu mengantarkan Kota Padang meraih predikat juara Kabupaten/Kota Pangan Aman 2026,” tuturnya.
Senada dengan itu, PFM Ahli BBPOM Padang, Reni Septrianti, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam proses self-assessment atau penilaian mandiri.
Menurut Reni, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh OPD, mulai dari perencanaan, pengawasan distribusi, hingga edukasi masyarakat.
“Keterlibatan aktif seluruh OPD sangat berdampak pada maksimalnya pengisian tools. Dengan pendampingan intensif ini, kita optimistis Kota Padang mampu mencapai level tertinggi dan menjaga keberlanjutannya,” ujarnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, serta Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edward.
Bagi Kota Padang, pencapaian predikat Kota Pangan Aman bukan sekadar penghargaan administratif. Lebih dari itu, target tersebut merupakan cerminan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari risiko pangan berbahaya, mulai dari kontaminasi bahan kimia, distribusi produk kedaluwarsa, hingga pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Dengan penguatan pengawasan lintas sektor, Padang berharap dapat membangun ekosistem pangan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya. (*)












