PADANG

PKK Pasie Nan Tigo Koto Tangah Peroleh Pendampingan Khusus Tim Dosen dan Mahasiswa UpertisĀ 

×

PKK Pasie Nan Tigo Koto Tangah Peroleh Pendampingan Khusus Tim Dosen dan Mahasiswa UpertisĀ 

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – PKK Kelurahan Pasie Nan Tigo merupakan PKK di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, yang mendapatkan pendampingan khusus dari tim dosen dan mahasiswa Universitas Perintis Indonesia yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun anggaran 2026.

Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini hadir sebagai solusi atas permasalahan ibu-ibu PKK. Di mana kendala yang sering dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam menyiapkan pemberian makanan pada bayi, balita dan ibu hamil, dan keterbatasan dari alat-alat dapur pengolahan makanan. Sedangkan salah satu Potensi yang dimiliki kelurahan ini adalah ketersedian bahan pangan lokal berupa hasil laut yang melimpah yang dapat diolah menjadi bahan makanan yang bergizi.

Baca Juga  Digitalisasi Pendidikan Perkuat Langkah Padang Menuju Smart City

Tim PKM, yang dipimpin oleh Wilda Laila, M.Biomed, Dietisien, serta beranggotakan, Ns. Lisa Mustika, M.Kep, dan Endang Suriani, M.Kes berkolaborasi dengan 20 anggota kelompok ibu-ibu PKK. Mahasiswa Gizi juga diberdayakan untuk membantu yaitu Naswa Sarlita Sofran, Hana Fauzia, Nurul Vanisya.

Selama program, tim akan fokus pada pemantauan tumbuh kembang anak yang tidak berjalan optimal, praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dan (Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang benar karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan dan alat-alat teknologi penunjang pengolahan makanan berbasis pangan lokal, Sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang dapat meningkatkan risiko infeksi kecacingan, diare dan ISPA, bagi keluarga yang terkena dampak bencana. 

Baca Juga  Kota Padang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Drill Tsunami

PKK Pasie Nan Tigo belum memiliki model program gizi darurat berbasis masyarakat yang dapat dilanjutkan pasca fase tanggap darurat.

Pelatihan ini tidak hanya mencakup teknik pengolahan, tetapi juga pengembangan menu-menu baru yang menarik bagi balita dan ibu hamil. Beberapa menu yang akan dikembangkan meliputi: berbagai jenis inovasi olahan protein hewani, nabati dan sayur-sayuran.yaitu aneka cemilan sehat berupa bubur, puding, nugget, bakso, cookies dari olahan protein hewani, nabati dan sayur-sayuran.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dan penguatan peran ibu-ibu PKK dalam pemantauan gizi dan kesehatan balita dan ibu hamil dalam pencegahan stunting pasca bencana dengan target pencapaian 85%. (*)