Sementara untuk intervensi non-nutrisi, PT Semen Padang turut membantu pembangunan jamban sehat bagi penerima manfaat serta memfasilitasi akses layanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga Semen Padang Hospital.
Menurut Hernes, pendekatan yang komprehensif menjadi faktor penting dalam memastikan kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga selama proses kehamilan hingga persalinan.
“Program ini tidak hanya berbicara soal bantuan makanan tambahan, tetapi juga bagaimana memastikan ibu hamil memperoleh lingkungan yang sehat, sanitasi yang baik, dan akses pelayanan kesehatan yang memadai,” tambahnya.
Keberhasilan Program GENTING juga mendapatkan apresiasi dari sejumlah kepala UPTD puskesmas yang terlibat langsung dalam pendampingan penerima manfaat.
Kepala UPTD Puskesmas Lubuk Kilangan, Rani Intan Permata, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama PT Semen Padang memberikan dampak signifikan terhadap upaya penurunan angka stunting di wilayahnya.
“Berkat bantuan PT Semen Padang melalui Program GENTING, terjadi penurunan risiko stunting. Harapan kami, program ibu hamil sehat dan ibu menyusui sehat ini dapat terus berjalan setiap tahun dan cakupannya ditingkatkan lagi agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Plt. Kepala UPTD Puskesmas Pauh, Lola Rahma Desi. Ia mengungkapkan bahwa PT Semen Padang telah menjadi mitra strategis dalam program pencegahan stunting sejak 2018.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang konsisten membantu Puskesmas Pauh dalam program pencegahan stunting. Khusus tahun 2025, bantuan lebih difokuskan kepada ibu hamil dengan KEK agar tidak melahirkan anak stunting. Alhamdulillah, ketiga penerima manfaat melahirkan bayi yang normal dan sehat,” ujarnya.
Kepala UPTD Puskesmas Lubuk Begalung, Sari Ramadhani, mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Menurutnya, bantuan nutrisi dan pendampingan kesehatan yang diberikan sangat membantu ibu hamil dengan risiko KEK di wilayah Lubuk Begalung sehingga dapat menjalani kehamilan dengan lebih sehat dan aman.
Ia menambahkan, keberhasilan dua penerima manfaat yang melahirkan bayi sehat dan normal menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi dunia usaha dan layanan kesehatan dalam menekan angka stunting. Sari berharap program tersebut terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak ibu hamil yang membutuhkan pendampingan sejak dini.












