PADANGHEADLINESUMBAR

Lebih 24 Jam Air PDAM Mati, Warga Padang Gunakan Air Galon untuk MCK

×

Lebih 24 Jam Air PDAM Mati, Warga Padang Gunakan Air Galon untuk MCK

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID— Gangguan distribusi air Perumda Air Minum Kota Padang membuat sejumlah warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah kondisi air yang mati lebih dari 24 jam, warga bahkan terpaksa menggunakan air galon untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) dan membersihkan peralatan rumah tangga.

Warga Gunung Pangilun, Ratna (54), mengatakan aliran air di rumahnya sudah mati sejak Selasa (15/9) sekitar pukul 09.00 WIB hingga Rabu (16/9). Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama untuk keperluan toilet dan mencuci.

“Sudah lebih 24 jam. Kami di rumah sampai bertengkar. Tadi anak bungsu BAB, habis air yang diminta ke sumur tetangga. Sumur tetangga sudah menipis pula stok airnya karena banyak yang meminta ke sana,” ujar Ratna, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, warga sebelumnya masih dapat mengandalkan sumur milik tetangga untuk mendapatkan air. Namun, karena banyak warga mengalami kondisi serupa, persediaan air di sejumlah sumur warga juga mulai berkurang.

Baca Juga  Manajemen Destinasi Menjadi Kunci untuk Menjaga Minat Wisatawan

Kondisi serupa dialami Wani (32), warga Kecamatan Nanggalo. Ia mengatakan gangguan air membuat aktivitas keluarganya terganggu, bahkan anaknya sudah dua hari tidak mandi karena keterbatasan air.

“Air kami pergunakan untuk membersihkan buang air saja. Piring kotor sudah menumpuk. Tadi pagi sempat hidup sebentar, tapi air sangat kecil. Tidak sampai satu ember penuh, air sudah mati lagi,” katanya, Rabu sore.

Untuk memenuhi kebutuhan air, sebagian warga memilih membeli air dalam galon dari depot-depot pengisian. Kondisi tersebut menyebabkan antrean warga di sejumlah depot air minum terlihat mengular.

Salah seorang pemilik depot air galon, Aira, mengatakan tingginya kebutuhan air membuat warga datang silih berganti. Bahkan, menurutnya, ada warga yang mengisi lebih dari 10 galon sekaligus untuk memenuhi kebutuhan di rumah.

Baca Juga  Program BPJS Gratis Dinanti-Nanti Warga Padang

“Kalau sekarang banyak yang datang mengambil air. Ada yang sampai mengisi lebih dari 10 galon,” tuturnya.

Warga berharap Perumda Air Minum Kota Padang dapat segera mengatasi gangguan distribusi tersebut agar aktivitas masyarakat kembali normal. Selain itu, warga juga meminta informasi mengenai gangguan dan perkembangan perbaikan disampaikan secara lebih luas.

Warga menyayangkan informasi terkait gangguan layanan yang dinilai lebih banyak disampaikan melalui media sosial Perumda Air Minum Kota Padang. Menurut warga, tidak seluruh masyarakat aktif membuka atau menggunakan media sosial sehingga informasi mengenai gangguan air tidak selalu diketahui secara cepat.

Warga berharap pemberitahuan mengenai gangguan layanan, estimasi waktu perbaikan, serta perkembangan distribusi air dapat disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi agar masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan air selama gangguan berlangsung. (h/yes)