SAWAHLUNTO, harianhaluan. id – Rangkaian Lokakarya Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 MTsN 2 Tanah Datar berakhir. Setelah sebelumnya dibuka dan mengawali agenda formalnya di Hotel Emerone Batusangkar Februari 26 lalu. Keluarga besar madrasah berkumpul di kawasan wisata Kandi, Sawahlunto, untuk melaksanakan acara penutupan yang dikemas dalam konsep alam terbuka (outbound).
Kegiatan yang memadukan unsur peningkatan kompetensi, penyegaran pikiran (refreshing), serta penguatan tali silaturahmi antar guru dan pegawai ditutup Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Bahrul Fahmi, Kamis (18/6/26).
Dalam sambutannya Bahrul Fahmi menyampaikan apresiasi atas inovasi pihak madrasah dalam mengawal program lokakarya ini dari awal hingga akhir.
Menurutnya, memilih konsep outbound di luar daerah sebagai agenda penutup merupakan langkah cerdas untuk melepaskan penat sekaligus membangun kerja sama tim yang solid.

“Lokakarya tidak harus selalu tegang di dalam ruangan. Setelah sebelumnya para guru dan pegawai fokus menerima materi pada acara pembukaan di Hotel Emerone Batusangkar, penutupan dengan konsep outbound di Kandi Sawahlunto ini menjadi penyeimbang yang sempurna. Kita berharap para peserta dapat merefresh pikiran, sehingga melahirkan semangat dan inovasi baru untuk memajukan pendidikan di MTsN 2 Tanah Datar,” ujar Bahrul Fahmi.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Tanah Datar, Dr. Aslinda menjelaskan bahwa rangkaian lokakarya semester genap ini sengaja dirancang secara komprehensif. Prosesnya dimulai dari pembekalan teori dan penyusunan program di Batusangkar, lalu diakhiri dengan pemantapan karakter dan kerja sama tim di Sawahlunto.
Tujuan utamanya adalah membangun sinergitas yang kuat di antara seluruh elemen madrasah guna menghadapi tantangan dunia pendidikan ke depan yang semakin dinamis.
Secara umum, terdapat tiga poin utama yang ingin dicapai melalui penutupan lokakarya berkonsep outbound ini, Penyegaran (Refreshing), Pembentukan Tim (Team Building) dan Peningkatan Kinerja.
“Kami sengaja memilih Kandi Sawahlunto sebagai lokasi penutupan karena tempatnya yang sangat representatif untuk kegiatan luar ruangan. Melalui berbagai game dan simulasi yang ada dalam outbound, kita belajar tentang kepemimpinan, kesabaran, dan bagaimana memecahkan masalah bersama-sama,” kata Aslinda.
Suasana kekeluargaan begitu kental terasa sepanjang acara. Dipandu instruktur berpengalaman, para guru dan pegawai tampak sangat antusias mengikuti setiap tantangan fisik maupun konsentrasi yang diberikan. Gelak tawa dan semangat saling mendukung antar peserta berhasil memecah keheningan kawasan wisata Kandi. (humas).






