PADANG

Ribuan Jamaah Padati PT Semen Padang, Iduladha 1447 Hijriah Jadi Momentum Menebar Kepedulian

×

Ribuan Jamaah Padati PT Semen Padang, Iduladha 1447 Hijriah Jadi Momentum Menebar Kepedulian

Sebarkan artikel ini
Gema takbir berkumandang mengiringi langkah ribuan jamaah yang memadati lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang di kawasan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5) pagi. IST

Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS

Sementara itu, Ustaz Andriyaldi dalam khutbahnya yang berjudul “Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS” menyampaikan tiga nilai utama keteladanan Nabi Ibrahim.

Pertama, uswah atau teladan dalam menjelmakan hakikat tauhid yang sesungguhnya. Ia menjelaskan bahwa tauhid merupakan fondasi utama dalam Islam yang berimplikasi bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan hanya kepada-Nya manusia memohon pertolongan.

“Konsep ini secara tegas tercantum dalam kalimat syahadat dan terangkum dalam Al-Qur’an Surah Al-Fatihah ayat 5, ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’ yang berarti ‘Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’,” katanya.

Kedua, uswah dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Menurutnya, Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu nabi yang mendapatkan julukan mulia karena ketabahan dan ketaatannya dalam menghadapi ujian Allah SWT, mulai dari dibakar, diusir, tidak memiliki keturunan selama 86 tahun, membangun Ka’bah, hingga diperintahkan menyembelih anaknya sendiri.

Baca Juga  DWP Kota Padang Tingkatkan Perencanaan Program Kerja

“Kisah Nabi Ibrahim AS adalah potret hamba yang totalitas dalam kepasrahan kepada Allah SWT. Karena itu, Nabi Ibrahim AS dijuluki Imam atau Ummah (pemimpin), Uswah (teladan), Khalilullah (kekasih Allah), dan Ulul Azmi (nabi dengan keteguhan hati tinggi),” ujarnya.

Ketiga, sosok pribadi visioner. Nabi Ibrahim AS, kata Ustaz Andriyaldi, merupakan sosok yang memikirkan generasi berikutnya. Kepeduliannya tidak hanya sebatas materi, tetapi juga mencakup aspek spiritual, fisik, intelektual, hingga sosial yang diwariskan kepada keturunannya.

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Kunjungan di Pantai Air Manis, Akses Masuk Diperketat

Nabi Ibrahim mendidik keturunannya dengan cara yang demokratis dan penuh kasih sayang, bukan secara otoriter. Ia juga senantiasa berdoa agar keturunannya menyembah Allah SWT, bukan berhala. Kepedulian Nabi Ibrahim bahkan melampaui zamannya sendiri, termasuk mendoakan kehadiran Nabi Muhammad SAW sebagai keturunannya yang akan membawa pencerahan bagi generasi setelahnya.

“Kemudian, Nabi Ibrahim juga berdoa untuk keturunannya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 40 yang artinya, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku’,” katanya. (*)