HEADLINERANAH & RANTAU

Salido Bangkit: Dari Bebas Judol dan Narkoba Menuju Nagari Sejahtera Berbasis Infrastruktur Strategis

×

Salido Bangkit: Dari Bebas Judol dan Narkoba Menuju Nagari Sejahtera Berbasis Infrastruktur Strategis

Sebarkan artikel ini
Wali Nagari Salido, Roni Marta Gusrianto

​PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, nyaman, serta bersih dari ancaman judi online (judol) dan penyalahgunaan narkoba menjadi pondasi utama Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, dalam memacu pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan warga secara menyeluruh.

​Wali Nagari Salido, Roni Marta Gusrianto, mengungkapkan bahwa keamanan dan kenyamanan sosial yang bebas dari pekat (penyakit masyarakat) merupakan kunci agar potensi besar daerah dapat terkelola secara optimal melalui langkah pembangunan yang tepat dan berkelanjutan.

​Dalam keterangannya, Roni memaparkan sejumlah program pembangunan infrastruktur strategis yang direalisasikan pada tahun 2026. Langkah nyata ini mencakup penanganan irigasi, sarana transportasi, hingga sanitasi dasar bagi warga kurang mampu agar roda ekonomi warga terus bergerak positif.

​Fokus Pembangunan Infrastruktur 2026

​Untuk menunjang sektor pertanian dan pencegahan bencana pesisir, sejumlah proyek prioritas dijalankan di Nagari Salido:

​Sektor Irigasi dan Pengairan:

​Normalisasi Embung Lubuk Agung: Perbaikan dan normalisasi embung Salido dikerjakan oleh penyedia jasa PT Vandy Karya guna menjamin ketersediaan air.

​Irigasi Tanah: Pembangunan irigasi tanah dipusatkan pada Kelompok Tani Pincuran Tarok Salido untuk menunjang produktivitas lahan pertanian warga.

​Perbaikan Pintu Muara Salido: Peningkatan fungsi pintu muara direalisasikan melalui dana operasional dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V.

Baca Juga  IDAI: Kesehatan Mental Anak dan Remaja Adalah Darurat yang Terabaikan

​Optimalisasi Bandar Tersier: Pembangunan dan optimalisasi jalan air/bandar tersier sepanjang 500 meter dialokasikan menggunakan dana nagari sebesar Rp400 juta.

​Infrastruktur Jalan Nagari: Pembangunan jalan cor sepanjang 40 meter dengan lebar 3 meter yang dibiayai langsung melalui Dana Nagari guna meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas ekonomi warga.

​Bantuan Sanitasi Layak bagi Warga Kurang Mampu: Pemerintah Nagari Salido memprioritaskan peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin dengan membangun fasilitas sanitasi berupa WC keluarga. Bantuan disalurkan masing-masing 1 unit per kampung dengan anggaran Rp3 juta per unit dari Dana Pemerintah Nagari, meliputi:

​Kampung Balai Lamo

​Kampung Laban

​Kampung Luar Salido

​Kampung Koto

​Kampung Pasar Salido

​”Pembangunan ini kami tujukan langsung untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, baik dari segi penguatan sarana pertanian maupun sanitasi bagi warga yang tidak mampu. Ketika masyarakat kita hidup sehat, aman dari pengaruh buruk judol dan narkoba, tentu mereka bisa fokus berkarya dan bekerja untuk meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Roni Marta Gusrianto.

​Sekilas Profil & Potensi Unggulan Nagari Salido

​Nagari Salido merupakan kawasan bersejarah dan strategis di Kecamatan IV Jurai yang berjarak sangat dekat dengan pusat ibu kota Kabupaten Pesisir Selatan (Painan). Secara historis, Salido dikenal luas sejak zaman kolonial karena memiliki jejak tambang emas tertua di Sumatra.

Baca Juga  Musnagsus Batu Balang Tetapkan Pengurus dan Pembina Posyandu

​Dengan luas wilayah ±11,90 km², Nagari Salido berbatasan langsung dengan Nagari Tambang/Kecamatan Bayang di sebelah utara, Nagari Painan di selatan, perbukitan Bukit Barisan/Nagari Salido Sari Bulan di timur, serta Samudra Hindia di sebelah barat. Saat ini, Salido berkembang menjadi kawasan pemukiman, sentra ekonomi rakyat, dan perikanan yang dinamis dengan ditopang oleh tiga sektor unggulan utama:

​Potensi Pertanian & Perkebunan: Lahan aluvial yang subur untuk padi sawah, serta tanaman perkebunan seperti kelapa, kakao, dan hortikultura yang terintegrasi dengan peternakan sapi dan kambing.

​Potensi Laut & Perikanan: Garis pantai yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia menjadi mata pencaharian nelayan tradisional untuk komoditas tongkol, tenggiri, udang, dan ikan karang, serta industri olahan ikan asin dan kuliner pesisir.

​Potensi Pariwisata, Wisata Alam & Mangrove: Keindahan Pantai Salido, ekosistem vegetasi mangrove di muara sungai yang berpotensi sebagai objek Ekowisata Mangrove, pemandangan agrowisata perbukitan, serta jejak sejarah tambang emas masa kolonial Minangkabau.

​Melalui integrasi antara pemanfaatan potensi daerah, lingkungan sosial yang aman dan kondusif, serta percepatan pembangunan infrastruktur fisik, Pemerintah Nagari Salido optimistis dapat mendorong taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. (*)