PASBAR, HARIANHALUAN.ID — Genderang Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di 87 nagari se-Kabupaten Pasaman Barat yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026 mulai menarik perhatian sejumlah tokoh masyarakat. Salah satunya adalah Samsuri, S.Ag, yang saat ini masih aktif sebagai perangkat Nagari Bunuik dan menjabat sebagai Kepala Jorong Bunuik.
Kepada wartawan di sela-sela aktivitasnya melayani masyarakat, Samsuri menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi Pilwana Nagari Bunuik 2026. Ia mengaku memiliki niat tulus untuk mengabdikan diri dan berkontribusi lebih besar dalam pembangunan kampung halamannya.
“Saya siap maju dan mengabdikan diri untuk membangun Nagari Bunuik. Masih banyak kebutuhan pembangunan yang harus diwujudkan secara merata di setiap jorong, baik pembangunan fisik maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Samsuri, pembangunan nagari harus dilakukan tanpa membedakan kelompok masyarakat tertentu. Ia menilai Nagari Bunuik memiliki karakter masyarakat yang heterogen sehingga diperlukan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat serta bijaksana dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul.
“Dalam membangun nagari, kita tidak boleh membedakan masyarakat. Nagari Bunuik memiliki keberagaman yang harus menjadi kekuatan bersama. Karena itu, dibutuhkan kemampuan untuk menyikapi setiap persoalan dan tantangan secara adil dan bijaksana,” katanya.
Lebih lanjut, Samsuri menegaskan bahwa kemajuan Nagari Bunuik dapat dicapai apabila seluruh unsur yang ada mampu bersinergi. Ia menyoroti pentingnya menghidupkan kembali peran tigo sajarangan atau tiga pilar utama dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
Menurutnya, tiga pilar tersebut terdiri dari unsur ninik mamak sebagai pemangku adat, cerdik pandai dan ulama sebagai pembimbing moral serta intelektual masyarakat, dan pemerintah nagari sebagai pelaksana roda pemerintahan.
“Ketiga unsur ini harus berjalan seiring dan saling mendukung. Jika adat, ulama, dan pemerintah bersinergi, maka berbagai program pembangunan untuk kepentingan masyarakat akan lebih mudah diwujudkan,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai rekam jejak dan kontribusinya selama bertugas di Nagari Bunuik, Samsuri menyatakan bahwa masyarakat telah mengetahui berbagai upaya yang dilakukannya sejak tahun 2001 hingga saat ini.
“Persoalan prestasi dan apa yang telah saya lakukan selama ini, saya serahkan penilaiannya kepada masyarakat. Semoga masyarakat tidak melupakan apa yang sudah saya perbuat untuk Nagari Bunuik,” katanya sambil tersenyum.
Meski telah menyatakan kesiapan untuk maju, Samsuri menegaskan bahwa seluruh proses harus tetap mengikuti aturan, prosedur, serta norma adat, budaya, dan hukum yang berlaku. Pada akhirnya, kata dia, keputusan berada di tangan masyarakat sebagai pemegang hak suara dalam Pilwana mendatang.
“Semua harus berjalan sesuai aturan yang berlaku. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menentukan pilihan dan masa depan Nagari Bunuik ke depan,” pungkasnya. (*)












