PADANG, HARIANHALUAN.ID — Deretan pelaku UMKM, seller, hingga pebisnis muda memadati Ballroom Axana Hotel, Jumat (8/5/2026). Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, mereka datang dengan satu harapan: bertahan dan tumbuh di era perdagangan online yang terus berubah cepat.
Melalui kegiatan “Kumpul Keluarga TikTok Shop dan Tokopedia Sumbar” bertema “Grow Bigger, Sell Smarter: Strategi Jualan Cerdas di 2026; Campaign, Optimasi Iklan, dan Co-Investment”, TikTok Shop by Tokopedia berupaya mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar digital.
Kegiatan tersebut diikuti hampir 200 peserta dari kalangan UMKM dan seller di Kota Padang. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap pendampingan dan edukasi pemasaran digital.
Seller Ambassador TikTok Shop by Tokopedia Kota Padang, Adi Sumanto, mengatakan potensi platform digital, khususnya TikTok Shop, masih sangat besar untuk dimanfaatkan pelaku UMKM daerah.
Menurut Adi, kegiatan seperti ini menjadi ruang belajar penting bagi pelaku usaha untuk memahami strategi pemasaran yang efektif sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Ia menekankan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam membangun bisnis digital, terutama bagi seller pemula. Selain itu, pemahaman terhadap aturan dan kebijakan platform juga wajib dipahami agar terhindar dari pelanggaran.
“Mereka harus lebih fokus pada konsistensi, terus belajar tentang aturan-aturan TikTok, serta memahami kebijakan agar tidak melakukan pelanggaran,” katanya.
Adi yang juga pemilik brand parfum lokal Liora Valerie Parfumery mengaku telah merasakan dampak besar dari penjualan digital sejak mulai aktif berjualan pada 2025.
“Penjualan tertinggi saya bisa mencapai 350 botol parfum per hari. Rata-rata harian sekitar 100 sampai 150 botol,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam bisnis online justru muncul pada masa awal membangun usaha. Banyak seller menyerah karena belum memperoleh hasil instan.
“Seller pemula jangan gampang menyerah. Di awal memang sepi karena kita sedang membangun kepercayaan konsumen dan mencari pelanggan,” tuturnya.
Sementara itu, External Certified Trainer TikTok Shop by Tokopedia wilayah Padang, Edward Zulichtiar, menyebut jumlah peserta pada kegiatan kedua ini meningkat tajam dibandingkan pelaksanaan pertama pada Februari lalu.
“Antusias peserta hari ini luar biasa. Trafiknya hampir 150 sampai 200 orang, dibandingkan kegiatan pertama yang tidak sampai seratus peserta,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Om Edo itu menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin besarnya minat pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis melalui platform live commerce seperti TikTok Shop.
Menurutnya, para pelaku usaha kini tidak hanya membutuhkan materi pelatihan, tetapi juga komunitas dan pendampingan berkelanjutan.
“Mereka mencari siapa yang bisa membimbing mereka di Kota Padang ini. Karena itu, kami mendorong mereka bergabung ke komunitas TikTok Shop by Tokopedia,” katanya.
Edward mengungkapkan, TikTok Shop saat ini mulai memperluas fokus pengembangan pasar ke luar Pulau Jawa, termasuk wilayah Sumatera yang dinilai memiliki potensi besar.
“Sekarang TikTok mulai berkiblat ke Sumatera, mungkin nanti ke Kalimantan. Ini peluang besar bagi pelaku usaha di daerah,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya berencana menggelar berbagai kegiatan rutin seperti kopi darat (kopdar), bedah akun, hingga pelatihan mingguan bagi para seller di Kota Padang.
Selain menjadi trainer, Edward juga merupakan pelaku usaha minuman tradisional khas Sumatera Barat, Kawa Daun, yang telah menjalankan bisnis selama lebih dari 15 tahun.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang menyambut positif kegiatan tersebut. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Teddy Antonius, menilai pelatihan digital seperti ini selaras dengan program unggulan Pemko Padang, yakni “UMKM Naik Kelas”.
“Dengan bertambahnya wawasan mereka dalam pemasaran digital, tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan mendorong UMKM naik kelas,” ujarnya.
Teddy menjelaskan, Pemko Padang saat ini terus menjalankan berbagai program pengembangan UMKM, mulai dari inkubasi usaha, pelatihan pemasaran, hingga pendampingan legalitas usaha.
Selain itu, pemerintah juga memiliki program UMKM Champion sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha berprestasi, serta Rumah Wirausaha yang disiapkan sebagai pusat pemasaran produk UMKM lokal.
Menurut data Pemko Padang, saat ini terdapat sekitar 350 ribu UMKM yang telah dibina dan terdata di Kota Padang. Sebagian besar di antaranya sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Lebih kurang 350 ribu UMKM sudah kita bina dan terdata, sebagian besar sudah memiliki NIB. Bagi yang belum, tetap kita dorong untuk segera mengurusnya,” kata Teddy.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan platform digital, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem UMKM di Kota Padang agar semakin siap menghadapi persaingan ekonomi digital di masa depan. (*)











