EkBis

Transaksi Digital Semakin Meluas, BI: Pengguna QRIS di Sumbar Nyaris Tembus 1 Juta

×

Transaksi Digital Semakin Meluas, BI: Pengguna QRIS di Sumbar Nyaris Tembus 1 Juta

Sebarkan artikel ini
Gedung Bank Indonesia Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman Padang. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID– Pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sumatera Barat terus menunjukkan tren positif mencapai 991.682 hingga Maret 2026 atau meningkat dibandingkan tahun 2025 sebanyak 969.709 pengguna.

Selain pertumbuhan pengguna, jumlah merchant atau pelaku usaha yang telah bergabung menjadi merchant QRIS di Sumbar juga terus bertambah dan kini mencapai 723.297 merchant.

Sementara itu, nilai transaksi QRIS telah menembus sekitar Rp789 miliar dengan volume transaksi sebanyak 7.369.124 transaksi, menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat, M. Abdul Majid Ikram, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital yang cepat, mudah, dan aman.

“Pertumbuhan pengguna maupun merchant QRIS menunjukkan transformasi digital di sektor pembayaran terus berjalan dengan baik. Hal ini menjadi salah satu indikator meningkatnya inklusi keuangan di Sumatera Barat,” ujarnya ketika dikonfirmasi Haluan di Padang, beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Dukung Distribusi Pupuk di Sumbar, Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Fasilitasi Ketersediaan Gudang

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meningkatnya penggunaan transaksi digital juga harus diiringi dengan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan perbankan yang semakin berkembang.

Menurutnya, pelaku kejahatan digital kini semakin adaptif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan rendahnya literasi digital masyarakat.

Modus yang sering ditemukan antara lain penyebaran tautan palsu (phishing), penyamaran sebagai petugas layanan pelanggan bank yang meminta kode OTP atau PIN, penggantian kode QRIS milik merchant, hingga penggunaan bukti transfer palsu untuk mengelabui pelaku usaha.

Oleh karena itu, BI terus mengampanyekan gerakan “Kalau Ragu, Stop Dulu” sebagai langkah sederhana untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan digital.

Masyarakat diimbau tidak terburu-buru melakukan transaksi, selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi, serta tidak pernah memberikan PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun.

Dalam mendukung peningkatan penggunaan QRIS, BI Sumbar juga terus melakukan berbagai upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga  Bank Nagari Serahkan Dividen Rp117,9 Miliar kepada Pemprov Sumbar

Berbagai program yang dijalankan antara lain sosialisasi literasi pembayaran digital, penguatan branding QRIS di pasar-pasar tradisional, penyelenggaraan Pekan QRIS Nasional, QRIS Jelajah Nusantara, serta berbagai kegiatan edukasi lainnya yang melibatkan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat.

Majid mengatakan, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BI untuk melampaui target pengguna QRIS tahun 2025 yang ditetapkan sebanyak 932.221 pengguna.

Meski pertumbuhan QRIS terus meningkat, BI masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah mengubah pola pikir sebagian masyarakat yang masih terbiasa menggunakan uang tunai.

Selain itu, ketersediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi di beberapa wilayah juga masih menjadi kendala dalam memperluas penggunaan pembayaran digital.

“Kami akan terus memperkuat edukasi agar masyarakat tidak hanya menggunakan QRIS, tetapi juga memahami cara bertransaksi yang aman.

Digitalisasi harus diiringi dengan peningkatan literasi sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” tutupnya. (h/ita)