PADANG, HARIANHALUAN.id— Di tengah tekanan ekonomi global serta perlambatan ekonomi nasional dan daerah, Bank Nagari tetap mampu mencatatkan kinerja yang relatif solid pada 2025.
Aset Bank Nagari hingga ahir Desember 2025 tembus sebesar Rp33,61 triliun atau tumbuh sebesar 1,97 persen jika dibandingkan dengan Desember 2024.
Hal itu dikatakan Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra saat Jumpa Pers Kinerja Keuangan 2025 di Lantai 4 Kantor Pusat Bank Nagari Jalan Pemuda No.21 Padang, Senin (2/2).
Direksi Bank Nagari hadir dengan formasi lengkap yakni Direktur Keuangan Roni Edrian, Direktur Operasional Zilfa Efrizon, Direktur Kredit dan Syariah Hafid Dauli, serta Direktur Kepatuhan Sukardi.
Turut hadir Komisaris Utama Bank Nagari Andri Yulika, Komisaris Independen Manar Fuadi dan Edrizanof, serta jajaran Dewan Pengawas Syariah, yakni Ketua DPS Prof. Dr. Yasri, MS, dan Anggota DPS Prof. Dr. Rozalinda, M.Ag., CRP.
Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Nagari hingga akhir tahun 2025 mencapai sebesar Rp26,84 triliun atau tumbuh 0,58 persen dari tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan DPK dinilai masih tetap terjaga meskipun karena kondisi tekanan ekonomi membuat terjadinya fenomena masyarakat makan tabungan,” ujar Gusti Candra.
Dari sisi intermediasi perbankan, penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat sebesar Rp25,27 triliun, terkoreksi sebesar 1,10 persen secara tahunan.
Kondisi ini dikatakannya dipengaruhi oleh belum optimalnya permintaan kredit, seiring melemahnya daya beli masyarakat dan melambatnya pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih Bank Nagari tahun 2025 tercatat sebesar Rp493,74 miliar, mengalami kontraksi 8,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan laba ini dipengaruhi oleh belum tumbuhnya kredit sebagai sumber utama pendapatan operasional, serta tekanan kondisi ekonomi yang menantang.
Namun demikian, di tengah tekanan tersebut, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari dikatakannya justru menunjukkan kinerja yang impresif.
Total aset syariah mencapai Rp6,49 triliun, tumbuh 6,28 persen. Pembiayaan syariah sebesar Rp4,63 triliun, atau tumbuh signifikan 14,66 persen, dan DPK syariah Rp4,91 triliun, tumbuh 3,62 persen.
“Selain itu, laba setelah pajak UUS Bank Nagari mencapai Rp224,62 miliar, tumbuh 15,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Gusti lagi lebih jauh.
Kontribusi aset UUS terhadap induk juga meningkat, dari 18,52 persen pada 2024 menjadi 19,31 persen pada 2025, menandakan penguatan bisnis perbankan syariah Bank Nagari.
Dari sisi kesehatan keuangan, modal bank sangat kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,72 persen, sangat jauh di atas thresshold 8 persen.
Rasio ROA tercatat sebesar 1,89 persen yang menunjukkan kemampuan bank sangat baik dalam mengelola aset sehingga menghasilkan keuntungan.
Kemudian ROE sebesar 12,79 persen artinya bank mampu mengelola ekuitas dengan baik sehingga menghasilkan keuntungan.
Selain itu, Net Interest Margin (NIM) berada pada angka 5,89 persen yang menunjukkan semakin baiknya kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan dari bunga.
Dari sisi penyaluran dana, rasio kredit terhadap dana masyarakat (LDR) sebesar 94,15 persen menandakan dana yang dihimpun telah disalurkan secara optimal untuk pembiayaan masyarakat dan dunia usaha.
Sementara itu, NPL berada di level 2,40 persen, jauh di atas ambang batas aman 5 persen yang dipersyaratkan OJK, menunjukkan kualitas penyaluran kredit dan pembiayaan dalam kategori sehat.
Sedangkan BOPO atau biaya operasional terhadap pendapatan operasional 82,69 persen dipengaruhi oleh belum bertumbuhnya kredit dan pembiayaan sebagai sumber utama pendapatan operasional.
“Selanjutnya CASA sebesar 44,32 persen atau naik 3,35 persen yang menunjukkan bank semakin baik dalam menghimpun dana murah,” katanya lagi .
Bank Nagari juga senantiasa mengembangkan produk/layanan berbasis digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan mendorong pertumbuhah bisnis bank kedepan.
Layanan digital Bank Nagari terus diminati oleh nasabah, dilihat dari jumlah user atau pengguna yang meningkat dari tahun sebelumnya.
Jumlah pengguna SuperApps Ollin by Nagari juga meningkat 57,08 persen menjadi 336.933 pengguna, sedangkan pembukaan rekening secara online mencapai 22.312 rekening sepanjang 2025.
Dari sisi jaringan, hingga Desember 2025 Bank Nagari telah memiliki sebanyak 1.261 jaringan dan layanan, yang terdiri dari kantor cabang, ATM, CRM, dan EDC. (h/ita)












