PAYAKUMBUH

Wako Zulmaeta Ajukan Proposal Pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Kemenkes, Perkuat Kerja Sama dengan RSUP dr M Djamil Padang

×

Wako Zulmaeta Ajukan Proposal Pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Kemenkes, Perkuat Kerja Sama dengan RSUP dr M Djamil Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui kerja sama pengampuan dengan RSUP dr M Djamil Padang, sekaligus mengajukan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Kementerian Kesehatan dalam kunjungan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di RSUP dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Direktur RSUP dr. M. Djamil Padang, Dovy Djanas mengenai penguatan pengampuan tata kelola rumah sakit dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

“Kesepakatan bersama ini menjadi fondasi bagi kita untuk memperkuat tata kelola rumah sakit, sehingga mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, dan kinerja organisasi terus meningkat,” kata Zulmaeta.

Baca Juga  Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak Bertambah Jadi 27 Kasus, Separuhnya Meninggal Dunia

Menurut Zulmaeta, kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi Pemko Payakumbuh dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan tata kelola organisasi, pelayanan klinis, pengelolaan keuangan, pengembangan sumber daya manusia, manajemen risiko, mutu dan keselamatan pasien, serta pengembangan sistem informasi rumah sakit.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pendampingan, konsultasi, pembinaan, monitoring, dan evaluasi guna meningkatkan kapasitas RSUD dr. Adnaan WD sekaligus mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.

“Tujuan kami adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang semakin berkualitas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Zulmaeta menyerahkan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Menteri Kesehatan sebagai upaya memperoleh dukungan pendanaan pemerintah pusat untuk meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.

Baca Juga  TP-PKK Payakumbuh Dorong Masyarakat Kembali Budayakan Mendongeng

Proposal tersebut meliputi rencana pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) senilai Rp26 miliar, gedung poliklinik sebesar Rp82 miliar, serta ruang rawat inap senilai Rp92 miliar.

Menurut Zulmaeta, keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi alasan pemerintah daerah mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, agar pengembangan fasilitas kesehatan dapat direalisasikan lebih cepat.

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Lima Puluh Kota,” katanya.