PENDIDIKAN

UM Sumbar Dorong Penguatan Kapasitas Desa Wisata, Tantang Infrastruktur Jadi Catatan

×

UM Sumbar Dorong Penguatan Kapasitas Desa Wisata, Tantang Infrastruktur Jadi Catatan

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID— Perkembangan desa dan nagari wisata di Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan lonjakan signifikan dalam satu dekade terakhir, dengan hampir 500 desa wisata kini telah terbentuk. Kendati demikian, pengembangan sektor ini masih dihadapkan pada tantangan klasik, mulai dari keterbatasan infrastruktur, jaringan internet, hingga minimnya alokasi anggaran daerah.Hal tersebut terungkap dalam Seminar Nasional Pariwisata yang digelar Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah (UM) Sumbar, Kamis (17/9). Mengusung tema “Strategi Penguatan Kapasitas Pemangku Kepentingan dalam Menggerakkan Potensi Desa Wisata/Nagari Wisata di Provinsi Sumbar”, rangkaian kegiatan ini berlangsung selama dua hari (16–17 September 2026), diawali dengan workshop pemetaan potensi nagari.Rektor UM Sumbar yang diwakili Dekan Fakultas Pariwisata, Moch. Abdi, menjelaskan bahwa disrupsi teknologi informasi telah mengubah peta industri pariwisata. Jika sebelumnya paket wisata sepenuhnya dikuasai oleh travel agent, kini promosi dan pemasaran dapat dilakukan secara mandiri melalui media sosial.Menurut Abdi, program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) turut menjadi katalisator pertumbuhan ini. Bahkan, prestasi membanggakan ditorehkan oleh dua destinasi Sumbar dalam Wonderful Indonesia Award 2026, yaitu Kampung Wisata Tabek Sarojo (Bukittinggi) dan Desa Wisata Simarasok (Agam) yang sukses menembus 15 besar tingkat nasional.“Kehadiran wisatawan membuat masyarakat menyadari bahwa mereka tidak bisa lagi mengelola kampung seperti biasa. Dari situ muncul keinginan untuk membenahi lingkungan, pelestarian adat, budaya, hingga tradisi,” ujar Abdi.Ia menambahkan, seminar ini merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi yang mempertemukan wali nagari, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemerintah, BUMN, dan pelaku industri. Melalui Pusat Pengembangan Desa Wisata Kreatif UM Sumbar, hasil pemetaan potensi pada hari pertama kegiatan akan dijadikan landasan untuk pendampingan lanjutan.Tantangan Infrastruktur dan AnggaranDi sisi lain, Ketua Forum Wali Nagari (Forwana) Sumbar, Zul Arifin Dt. Parpatiah, membeberkan bahwa potensi besar yang dimiliki 1.035 nagari dan desa di Sumbar masih tersendat persoalan mendasar. Infrastruktur jalan yang sempit, keterbatasan sinyal internet, hingga minimnya sumber daya manusia (SDM) masih menjadi pekerjaan rumah bersama.Ia mencontohkan destinasi Air Terjun Tiga Tingkat di Nagari Pasia Laweh, Kabupaten Agam. Kendati memiliki daya tarik tinggi, akses jalan yang kecil membuat bus pariwisata berukuran besar kesulitan menjangkaunya, sehingga menjadi pertimbangan tersendiri bagi agen perjalanan.Selain akses fisik, dukungan finansial juga masih menjadi batu sandungan. “Perhatian dari pemerintah daerah sudah ada, tetapi belum selalu disertai anggaran yang memadai. Nagari dan desa juga butuh anggaran, bukan hanya perhatian saja,” tegas Zul.Untuk menjawab tantangan tersebut, Forwana berencana memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan merangkul travel agent, penyedia bus pariwisata, perhotelan, serta industri perhotelan lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar produk wisata nagari agar berkembang secara berkelanjutan dan mendongkrak ekonomi masyarakat secara langsung.

Baca Juga  Forum Peduli Pendidikan Bertemu Wabup Solok, Jon Firman Pandu, Ini Pembahasannya!