PASAMAN

Welly–Parulian Genjot Program Pro Rakyat, dari Bedah Rumah hingga Bajak Gratis untuk Petani Pasaman

×

Welly–Parulian Genjot Program Pro Rakyat, dari Bedah Rumah hingga Bajak Gratis untuk Petani Pasaman

Sebarkan artikel ini

Selain fokus pada sektor perumahan, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga terus memperkuat sektor pertanian melalui program layanan Bajak Gratis bagi petani padi sawah. Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintahan Welly Suhery dan H. Parulian untuk meringankan biaya produksi petani kecil.
Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Prasetyo mengatakan, program Bajak Gratis telah diuji coba di hamparan sawah masyarakat Nagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping dan mendapat sambutan positif dari para petani penerima manfaat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pasaman saat ini juga tengah menyiapkan inovasi digital melalui aplikasi “BAGUS” atau Bajak Gratis Untuk Semua guna mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

“Aplikasi BAGUS saat ini diprioritaskan bagi petani kategori Desil 1. Di luar kategori tersebut sistem otomatis tidak dapat login dan akan muncul penjelasan penolakan,” jelas Prasetyo.

Ia menyebutkan, pendaftaran program Bajak Gratis dijadwalkan dimulai pada Mei 2026 dengan target pelaksanaan tanam serentak pada Juni 2026. Dalam prosesnya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga akan dilibatkan untuk membantu masyarakat melakukan pendaftaran melalui aplikasi tersebut.

Di sisi lain, Bupati Pasaman Welly Suhery juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini menjadi keluhan petani. Pemerintah daerah menegaskan akan memperketat pengawasan distribusi pupuk agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pihak tertentu.

Baca Juga  Padang Pariaman Bantu Pembangun Huntara untuk Korban Gempa Pasbar dan Pasaman

“Kita menerima informasi ada pupuk bersubsidi yang dikirim keluar daerah dan bukan untuk petani kita,” tegas Welly dalam rapat bersama kepala OPD dan camat di Balerong Anak Nagari beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pasaman Yudesri menekankan pentingnya pengawasan ketat serta keterlibatan aparat penegak hukum dalam distribusi pupuk bersubsidi. Pemerintah nagari juga diminta aktif memberikan pemahaman kepada kelompok tani agar membuka akses bagi petani baru demi pemerataan penerima pupuk bersubsidi di Kabupaten Pasaman. (h/eki)