TANAH DATAR, Harian Haluan. id – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter kuat, MTsN 10 Tanah Datar menggelar lokakarya pendidikan dengan tema: “Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam: Mewujudkan Generasi Unggul Berkarakter, Berakhlak Mulia dan Berwawasan Global”.
Kegiatan digelar, Kamis (11/6/26) tersebut menghadirkan Kepala MAN 1 Tanah Datar, Rika Maria, sebagai narasumber yang berbagi strategi penerapan kurikulum yang menyentuh aspek emosional dan spiritual peserta didik.
Lokakarya diikuti guru dan tenaga kependidikan MTsN 10 Tanah Datar.
Dalam pemaparannya, Rika Maria menjelaskan bahwa KBC bukan sekadar konsep, melainkan cara pandang dalam mendidik yang menempatkan kasih sayang, rasa saling menghargai, dan nilai-nilai kebaikan sebagai fondasi utama proses belajar mengajar.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan kita bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan hati nurani. Ketika peserta didik merasa dicintai dan dihargai, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar secara mendalam, memahami makna ilmu, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rika Maria di hadapan peserta.
Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran mendalam yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai agama dan budaya, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kompetensi global, namun tetap berpegang teguh pada akhlak mulia dan identitas bangsa.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTsN 10 Tanah Datar Yusrizal, MPd selaku ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan kontribusi Rika Maria.
“Kami sangat beruntung dapat belajar dari praktik baik yang disampaikan Bunda Rika. Materi yang disampaikan relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, terutama dalam membentuk karakter siswa di tengah arus globalisasi,” katanya.
Melalui lokakarya ini, diharapkan para guru dapat memperoleh wawasan baru dan keterampilan praktis untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta serta pembelajaran mendalam di kelas masing-masing. Dengan demikian, pendidikan di madrasah tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman, menciptakan ruang kolaborasi yang positif demi kemajuan pendidikan madrasah di Tanah Datar. (humas).






