OPINIHEADLINE

In Memoriam Zulmansyah Sekedang, Sosok Bersahaja

×

In Memoriam Zulmansyah Sekedang, Sosok Bersahaja

Sebarkan artikel ini
Basril Basyar (Wartawan Senior)

Oleh: Basril Basyar (Wartawan Senior)

Kabut duka menyelimuti keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Indonesia. Sekjen PWI Pusat H. Zulmansyah Sekedang berpulang ke Rahmatullah secara mendadak, Sabtu (18/04) dini hari sekitar pukul 00.10 Wib di rumah sakit Budi Kemuliaan Jakarta.

Almarhum meninggal terkena serangan jantung. Sebelumnya sahabat almarhum sedang berusaha merujuk ke Rumah Jantung Harapan Kita untuk menjalani tindakan medis lanjutan. Namun ketika upaya sedang berjalan, Sekjen Zulmansyah menghembuskan nafas terakhir. Inalillahi wainailaihi rojiun. Zum berpulang untuk selamanya.

Almarhum meninggalkan seorang istri Hastuti Salta ASN di Pekanbaru dan putra  tunggal Abinyu Putra Sekedang, dua bulan lagi selesai S.2 di Malaysia.

Kepergian Almarhum sangat mengejutkan. Hampir semua rekan tidak percaya, Zum begitu cepat meninggalkan kita. Saya termasuk orang yang awalnya tidak percaya atas kepergian itu. Begitu kabar duka itu masuk ke HP,  Saya menduga ini hoax. Apa tidak salah, berita ini, tanya saya dalam hati. 

Saya pun segera melakukan konfirmasi ke grup WA lain, pengurus PWI dan ahli pers. Ternyata benar. Saya sangat terpukul, karena almarhum sahabat yang baik, bersahaja dan  akrab.  Sering bercengkrama. Maklum sama-sama orang dari daerah. Saat ini sama-sama duduk di pengurus PWI Pusat.

Persahabatan saya dan Zum sudah terjalin begitu lama. Lebih 10 tahun memimpin PWI Sumbar, saya sering membawa rombongan PWI ke Riau melakukan serangkaian pertandingan dan bersilaturahim. Saya selalu ketemu Zum. “Baa kabaa Da, sapanya akrab. Seperti bersaudara. Begitupun kalau ketemu di PWI Pusat, selalu duluan menyapa.

Baca Juga  Lafaz Juz Amma Bergema Menyambut Tahun Ajaran Baru di SDN 03 Alai Kota Padang

Mungkin karena itu pula rombongan PWI Riau juga datang menghadiri pelantikan saya, 13 Januari 2023 di Padang. Jauh-jauh dari Pekanbaru,  Zum hadir. Perhatian dan persahabatan yang kuat. 

Ketika itulah, ia menegaskan maju sebagai calon Ketua umum PWI Pusat. “Mohon doa restu dan dukung ambo Da”, kata Zum saat itu.

Dimata saya Zum adalah anak muda yang energik dan berani. Dua periode memimpin PWI Riau, Zum sudah tidak puas berada di daerah. Tekadnya berkiprah di tingkat nasional, PWI Pusat sangat besar dan tidak bisa dibendung.

Maka ketika dilaksanakan Kongres PWI XXV di Bandung, 25-26 September 2023, ia maju sebagai salah seorang calon ketua umum. Percaya diri, bertarung dengan senior Atal S. Depari dan Hendri Ch. Bangun.

Walaupun tidak terpilih,  tetapi Zum telah memulai langkahnya masuk percaturan nasional. Di kepengurusan  PWI Pusat 2023-2028 dibawah kepemimpinan Hendri Ch. Bangun, mantan Ketua Riau ini didaulat sebagai Ketua Bidang Organisasi, posisi penting dalam sebuah organisasi.

Dilihat video yang beredar. Zum begitu ceria dan segar bugar, ketika menghadiri acara deklarasi SWSI (Serikat Wartawan Seluruh Indonesia ), usia 60 tahun ke atas di LSPR Institute of Communication and Business Jakarta Pusat. Ketawanya yang renyah memperlihatkan ia sangat akrab, menghargai teman-teman sejawat. Tutur katanya mengalir, tidak ada beban dalam pikirannya. Terlihat Zum ketawa dengan mantan Dirut Antara Asro Kamal Rokan, Ketua umum PWI Pusat Akhmad Munir.  presenter INews Aiman Witjaksono, Diapari Sabatangkayu,  Syahdanur dan Jufri Alkatiri.

Baca Juga  Diduga Kesal Kerap Dibully, Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Molotov untuk Sasar Temannya

Almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, riang, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik dan organisasi. Ia rela bolak balik Pekanbaru-Jakarta tiap minggu. Senin hingga Jumat, Zum berada di Jakarta. Dan Jumat hingga Minggu berada di Pekanbaru bersama keluarganya.

Tidak sepeserpun menggunakan dana organisasi. Ia ikhlaskan dari kantong sendiri, seperti ditulis Ramon dalam tulisannya. Kepergiannya begitu tiba-tiba tanpa kata perpisahan, tanpa tanda bahwa ini akan menjadi akhir dari perjalanan panjangnya.

Bagi banyak orang, Zum bukan sekadar wartawan senior, Ia adalah sosok yang hadir dengan ketulusan. Senyumnya sederhana, namun penuh makna. Ia tidak banyak bicara, tetapi setiap langkah dan sikapnya selalu berbicara tentang integritas, kepedulian, dan keteguhan hati.

Di balik kesederhanaannya, tersimpan jiwa besar yang selalu memberi, Ia dikenal sebagai pribadi pemurah senyum dan sedikit berbicara, loyal membagi waktu untuk organisasi, perhatian, dan dukungan kepada rekan-rekan yang membutuhkan. Kepergiannya menghadap sang Khalik, membuat rekan-rekan kehilangan. Sosok yang selalu melepaskan kesulitan. Tak ada yang tidak mungkin kalau ia sudah berencana. 

Kini sosok itu telah kembali ke pangkuanNya. Allah lebih sayang memeluknya. Kita semua harus ikhlas dan mendoakan semoga Zum di tempatkan di taman-taman surga Mu ya Allah. Selamat jalan Zum, kami juga dalam antreanmu. (*)