DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, terus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan nasional yang melintasi wilayahnya melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Langkah konkret itu dilakukan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dengan menemui Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, di Padang, Senin (27/4/2026), guna memastikan penanganan jalan nasional di daerah itu berjalan sesuai rencana.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya antara Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, di Jakarta, yang membahas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur daerah.
“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi kami dengan Menteri PU di Jakarta beberapa waktu lalu,” ujar Annisa.
Dalam pertemuan itu, Annisa bersama jajaran BPJN Sumatera Barat membahas percepatan penanganan sejumlah ruas jalan nasional di Dharmasraya yang dinilai mendesak untuk segera ditingkatkan.
Selain membahas penanganan teknis, koordinasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menghadirkan infrastruktur transportasi yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan direncanakan mulai dilaksanakan pada 2026. Di antaranya pembangunan rigid beton sepanjang satu kilometer yang tersebar di sejumlah titik strategis, termasuk di depan SPBU Sialang serta ruas jalan dari rumah dinas bupati menuju kompleks kantor bupati.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan trotoar sepanjang 600 meter di kawasan perkantoran bupati guna mendukung kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.
Sementara itu, peningkatan ruas jalan Sungai Dareh Junction–Simpang Koto Baru sepanjang 19 kilometer akan menggunakan aspal Performance Grade (PG) 70, yakni material dengan spesifikasi baru yang dinilai lebih kuat dan tahan lama.
Annisa menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan yang optimal akan memberi dampak luas bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses ekonomi serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
“Jika infrastruktur jalan kita optimal, pertumbuhan ekonomi akan semakin terbuka. Pelayanan publik, akses pendidikan, hingga fasilitas kesehatan juga akan jauh lebih mudah dijangkau oleh masyarakat,” katanya.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian penting dari upaya meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas warga, dan memperkuat pelayanan dasar di Dharmasraya. (*)












